Tembi Rumah Budaya, Tempat Seni, Budaya dan Wisata

Desa Tembi dahulunya merupakan salah satu tempat para abdi dalem katemben yang tugasnya menyususi anak-anak dan kerabat keraton. Maka desa ini kemudian dinamai desa Tembi. Berawal dari perpindahan Lembaga Studi Jawa (Lembaga yang didirikan pada tahun 1995 oleh Bapak P. Swantoro, sejarawan dan mantan wartawan Harian Kompas) ke desa Tembi pada tanggal 21 Oktober 1999 yang menempati tanah seluas 3.500 meter persegi dengan luas bangunan utama 212 meter persegi ini terletak di Jl Parangtritis Km. 8,4, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan Lembaga Studi Jawa berfokus pada dokumentasi dan pengkajian budaya Jawa. Hingga akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1999 diresmikan lah tempat ini sebagai Museum Rumah Budaya Tembi.

 

tembi7

 

Koleksi Museum Tembi berjumlah sekitar 5000 ribu seperti keris, tombak, dan pedang. Wayang kulit, buku-buku sastra Jawa kuno “Babad Tanah Jawi”, Babad Sundayana, Babad Mangir, dan Babad Pati. Berbagai macam motif batik dan mainan anak tradisional. Untuk koleksi dipamerkan di bagi menjadi dua tempat ruang museum dan balai rupa satu. Sedangkam untuk buku dan koleksi audio yang berupa kaset di simpan di perpustakaan.

 

SONY DSC

 

Tembi juga merupakan saksi lahirnya karya kreatif berbasis masyarakat lokal. Rumah budaya ini sering menyelenggarakan berbagai kegiatan seni budaya seperti pameran senirupa, pertunjukan seni tradisional maupun kontemporer, pentas tari dan teater, musik, hingga pertunjukan seni baca pembacaan puisi. Museum ini tidak dibiayai oleh lembaga mana pun. Semua kegiatan yang diselenggarakan bersifat nirlaba. Untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran, Rumah Tembi memiliki pemasukan dari fasilitas seperti penginapan, museum, perpustakaan, kolam renang, restoran dan fasilitas lainnya.

 

tembi34

 

Pada malam tertentu juga ada kegiatan budaya seperti pertunjukan Wayang, Live Music dan Macapatan. Pengunjung bisa bersantai sambil tetap menikmati warisan luhur budaya bangsa Indonesia. Terutama putra-putri tercinta juga bisa turut berkenalan dan belajar tentang pesan-pesan moral yang terkandung dalam setiap ceritanya.

Baca!  Panjat Tebing di Pantai Siung

 

tembi6

 

Berikut Fasilitas yang ada di Rumah Budaya Tembi:

  1. Bale Dokumentasi,yang terdiri atas Perpustakaan, Galeri Jawa, dan Galeri Benda Kuno.

Perpustakaan dengan jumlah koleksi perpustakaan hingga April 2012 sebanyak 5.788 buah buku. Sebagian besar koleksi mengenai sejarah dan budaya, khususnya Jawa. Terdapat pula dokumentasi visual tentang pementasan seni budaya di Tembi Rumah Budaya. Jumlah VCD mencakup 268 judul dan DVD 146 judul. Dokumentasi ini juga diunggah di situsYouTube, dengan ”rumah” bernama tembiyogya, berjumlah sekitar 650 judul. Isi dokumentasi itu antara lain mengenai Nini Thowong, tari tradisi, ketoprak,  dan wayang.

Galeri Jawa antara lain berisi koleksi keris, wayang kulit dan golek, pakaian adat Jawa serta peralatan membatik. Jumlah koleksi senjata 364 buah, koleksi wayang kulit 201 buah, dan wayang golek 70 buah. Ada pula bagian rumah tradisional Jawa yang disebut senthong, terdiri dari senthong kiri, tengah dan kanan. Galeri ini telah menjadi tujuan karya wisata bagi siswa sekolah dari SD hingga SLA, juga perguruan tinggi, di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Galeri Benda Kuno Galeri benda-benda kuno antara lain berisi majalah Kajawen yang beraksara Jawa tahun 1927 hingga 1935, iklan kuno pada tahun 1930an, kulkas kuno tanpa listrik, sepeda motor merek Jawa buatan Ceko tahun 1948, sepeda motor merek Zundap buatan Jerman tahun 1939, piano buatan dekade 1930-an dari Dr. Yap, sejumlah pit(sepeda) onthel, dan foto-foto bangunan kuno.

  1. Pendapa, digunakan untuk latihan karawitan, acara pementasan maupun acara pernikahan, atau sekadar tempat bersantai bagi orang-orang yang ingin mengobrol sembari menikmati hidangan angkringan.
  2. Bale Inap, terdapat sembilan rumah tradisional Jawa, berupa rumah limasan yang berusia 50-70 tahunan, yang dipindahkan utuh dari sejumlah dusun di DIY dan Jawa Tengah. Dengan demikian publik dapat merasakan dan menghayati benda-benda warisan kuno hasil kreasi bangsa kita. Rumah-rumah tersebut disewakan secara komersial guna mendukung biaya operasional TRB.
  3. Warung Dhahar, menyediakan menu kuliner Jawa dan menu yang diambil dari Serat Centhini. Antara lain tongseng emprit, gule banyak, dan sop bajing. Sedangkan kuliner Jawa, antara lain wedang uwuh, wedang secang, dan sayur brongkos. Nasi di Pulo Segaran berasal dari beras organik, hasil tanam para petani sekitar yang difasilitasi Tembi Rumah Budaya.
  4. Bale Pertemuan, merupakan ruang tertutup dan terbuka yang bisa digunakan untuk aneka keperluan pertemuan; seminar, pelatihan, dan sebagainya. Kapasitas tempat duduk sekitar  100 kursi.
  5. Amphytheater, Sarana ini biasa digunakan untuk aneka jenis pementasan di luar ruang. Acara rutin yang digelar di arena ini antara lain Sastra Bulan Purnama, yang mengekspresikan apresiasi sastra dari aneka kalangan di bawah terang bulan.  Salah satunya adalah baca puisi dari kalangan dosen dan wartawan.
Baca!  Misteri 7 Keluarga Penghuni Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

 

tembi3

 

Berjarak sekitar 10 KM dari pusat kota Yogyakarta atau dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan, rute yang harus dilewati tidak sulit, cukup ke arah jalan Parangtritis, terus ke Selatan hingga bertemu Kampus ISI (Institut Seni Indonesia), dari kampus ISI terus ke Selatan sekitar 2 KM, dari situ sudah banyak petunjuk jalan menuju Rumah Budaya Tembi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *