Green Village Gedangsari, Sensasi Berkeliling Bukit Dengan Berjalan Kaki

Tidak habis rasanya membicarakan destinasi wisata Gunung Kidul, segala bentuk wisata ada di daerah yang terkenal dengan Nasi Tiwulnya ini. Mulai dari Pantai, Perbukitan, Goa, Desa Wisata dan berbagai objek lainnya ada disini. Dan yang baru – baru ini menyeruak ke permukaan dan menjadi bahasan hangat di media sosial adalah Green Village Gedangsari. Diresmikan pada tahun 2015 kemarin, pembangunannya sendiri menghabisakan total dana sekitar Rp 2 miliar dengan bantuan dana dari PNPM MP3KI. Read More

5 Wisata Fotografi di Yogyakarta

Berwisata tidak lengkap rasanya jika tidak diabadikan dan di upload ke media sosial. Bahkan kekuatan media sosial lah yang selama ini menjadi ‘marketing’ bagi banyaknya objek wisata yang mulai menjamur di Yogyakarta. Beberapa orang rela menempuh jarak puluhan kilo hanya untuk mendapat sebuah gambar yang bagus, namun tidak jarang menjadi dilema ketika objek wisata yang memiliki pemandangan indah namun tidak di fasilitasi dengan spot foto yang mendukung. Berikut kami beri daftar lokasi wisata mana saja yang tidak hanya indah namun memiliki spot – spot fotografi terbaik.

Read More

Mengikuti Wisata Trail Merapi

Mengikuti Wisata Trail Merapi

Mengikuti Wisata Trail MerapiBagi para penggemar wisata alam pegunungan, daerah Kaliurang dan sekitarnya adalah tujuan wisata yang menarik. Apalagi, sejak erupsi Gunung Merapi beberapa tahun yang lalu, daerah Kaliurang dan sekitarnya telah banyak berubah. Ada banyak tempat yang rusak, dan bahkan ada tempat-tempat tertentu yang rata dengan material dari Gunung Merapi. Di antara tempat-tempat yang terkena erupsi Merapi, yang paling parah adalah Dusun Kinahrejo. Untuk menjelajahi dusun ini dan tempat-tempat di sekitarnya, para wisatawan dapat menyewa sepeda motor trail. Mengikuti Wisata Trail Merapi adalah cara yang menarik untuk menikmati liburan. Motor trail adalah sepeda motor yang tangguh, yang dapat melewati medan-medan yang berat yang ada disana. Dan tentunya, naik motor trail rasanya berbeda dengan naik motor biasa.

Read More

Wisata Jeep Merapi

Wisata Jeep Merapi

Beberapa tahun yang lalu Gunung Merapi meletus dan meluluh lantakkan desa-desa di sekitarnya. Sekarang, sebagian besar dari desa-desa yang hancur tersebut telah dibangun kembali. Tapi, ada beberapa tempat di lereng merapi yang tidak dibangun kembali, dan sekarang menjadi obyek wisata yang menarik. Para wisatawan yang ingin melihat sisa-sisa erupsi Gunung Merapi dari dekat dapat berkunjung ke Dusun Kinahrejo. Disana, mereka dapat menyewa sepeda gunung, motor trail, atau mobil Jeep beserta pengemudinya, untuk menjelajahi tempat-tempat yang dulu terkena erupsi Gunung Merapi. Bagi para wisatawan yang ingin menikmati tour di lereng merapi dengan nyaman, menyewa mobil Jeep beserta pengemudinya adalah pilihan terbaik.

Read More

Indahnya Suroloyo Pass

Indahnya Suroloyo Pass

Indahnya Suroloyo PassDi Yogyakarta dan sekitarnya ada cukup banyak obyek wisata alam. Salah satunya adalah Suroloyo Pass. Obyek wisata ini terletak di sebelah barat kota Yogyakarta. Letak obyek wisata ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Untuk sampai ke obyek wisata ini, kita dapat mengambil rute Godean – Sentolo – Kalibawang. Rute ini adalah rute yang paling cepat. Tapi, kita juga dapat mengambil rute lainnya yaitu Jalan Magelang – Pasar Muntilan – Kalibawang. Sebaiknya sebelum berangkat menuju ke Suroloyo Pass, kita memastikan bahwa kendaraan kita, dan juga kesehatan kita, dalam kondisi yang prima. Selain itu, ada baiknya jika kita membawa ban cadangan karena nanti di sepanjang jalan yang relatif sepi tidak ada tukang tambal ban.

Read More

Sosrowijayan Kampung Internasional

Sosrowijayan Kampung Internasional

Sosrowijayan Kampung InternasionalSebenarnya di Yogyakarta ada banyak sekali obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Hanya saja, sebagai tempat tujuan wisata, Yogyakarta memiliki satu kekurangan. Rata-rata obyek wisata di Yogyakarta kurang mampu untuk mengakomodasi wisatawan asing, baik dari segi fasilitas, ataupun yang lainnya. Tapi, sebenarnya di Yogyakarta ada satu daerah yang dapat mengakomodasi wisatawan asing dengan baik. Daerah ini bernama Sosrowijayan Kampung Internasional. Di daerah ini tersedia berbagai fasilitas yang diperlukan oleh wisatawan asing. Tapi tentunya, ini tidak berarti bahwa daerah ini tertutup untuk wisatawan domestik. Segala fasilitas yang ada di Sosrowijayan Kampung Internasional juga sangat mendukung wisatawan domestik yang ingin berlibur di Yogyakarta.

Read More

Serunya Rafting Kali Oyo

Serunya Rafting Kali Oyo

Serunya Rafting Kali Oyo

Banyak orang yang beranggapan bahwa seluruh daerah Gunungkidul adalah tempat yang kering. Padahal, ada tempat-tempat tertentu di daerah Gunungkidul yang hijau dan subur. Bahkan, para wisatawan yang berkunjung kesana dapat melakukan rafting. Salah satu tempat di Gunungkidul yang pas bagi para penggemar rafting adalah Kali Oyo. Sungai ini terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kabupatan Gunungkidul. Lokasi sungai ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Untuk sampai ke sungai ini, rute yang harus dilewati adalah Jl Wonosari, Bukit Bintang, bundaran SPBU Siyono, perempatan Grogol, dan Balai Desa Bejiharjo. Biasanya di depan gang yang menuju ke Gua Pindul ada beberapa pemuda yang akan menunjukkan letak sekretariat. Sebelum berangkat, barang-barang dapat dititipkan disana.

Rafting Kali Oyo bukanlah rafting biasa yang menggunakan perahu karet. Rafting di sungai ini adalah rafting yang hanya menggunakan ban dalam. Jadi, para peserta yang mengikuti rafting ini akan terapung-apung mengikuti arus sungai Kali Oyo, diatas pelampung untuk satu orang. Panjang sungai yang diarungi selama rafting sekitar 1,5 kilometer. Untuk mengarungi lintasan sepanjang 1,5 kilometer ini dibutuhkan waktu sekitar 1-2 jam. Jadi, walaupun lintasannya pendek, rafting di sungai ini durasinya cukup lama. Tapi, biasanya para peserta tidak merasa bahwa durasi dari rafting ini cukup lama karena bermain-main air sembari menikmati pemandangan alam yang indah sangat menyenangkan. Walaupun rafting di sungai ini terlihat sederhana, para peserta dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Selain itu, mereka juga didampingi oleh pemandu. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Rafting Kali Oyo adalah rafting yang santai. Para wisatawan yang mengikuti rafting dapat bersantai sembari terapung-apung di sungai. Rute rafting di sungai ini melewati sebuah tebing yang cukup tinggi. Para peserta rafting yang ingin merasakan petualangan yang menegangkan dapat melompat dari tebing tersebut. Hanya saja, mereka harus berhati-hati, jangan sampai menceburkan diri dengan posisi yang salah. Rute Rafting Kali Oyo juga melewati air terjun yang indah. Di dekat air terjun ini biasanya para peserta menghabiskan banyak waktu untuk bersantai dan menikmati keindahan alam. Arus air di sungai ini tidak selalu tenang. Di saat musim penghujan, biasanya arus sungai cukup deras, dan rafting pun menjadi jauh lebih menegangkan.

Paket Rafting Kali Oyo tidak mahal. Biaya untuk mengikuti paket ini hanya Rp. 45.000,- saja per orang. Biaya ini sudah termasuk pinjaman perlengkapan rafting, jasa pemandu, transportasi, dan asuransi. Tidak ada persyaratan khusus bagi mereka yang ingin mengikuti rafting. Hanya saja, para peserta harus dalam rombongan dengan jumlah minimal 5 orang. Para wisatawan yang datang dalam rombongan yang jumlah anggotanya kurang dari 5 orang biasanya digabungkan dengan rombongan wisatawan lain.

Rafting Kali Elo di Magelang

Rafting Kali Elo di Magelang

Rafting Kali Elo di MagelangPara penggemar arung jeram yang tinggal di Yogyakarta tidak perlu pergi jauh untuk melakukan rafting. Ada lokasi rafting yang letaknya sangat dekat dengan Yogyakarta, yaitu di Kali Elo, Magelang. Sungai Elo letaknya di Desa Pare, Kelurahan Mungkid, Kabupaten Magelang. Sungai ini cukup dekat dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut, yang merupakan obyek-obyek wisata yang terkenal. Dari pusat kota Yogyakarta, Kali Elo dapat dijangkau dengan menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Rafting Kali Elo mempunyai tingkatan bahaya yang rendah. Jadi, sungai ini cocok bagi para penggemar rafting yang sudah berpengalaman, maupun mereka yang baru pertama kali mencoba rafting. Dan tentunya, setiap tim rafting ditemani oleh pemandu yang sudah sangat berpengalaman dan sangat menguasai medan.

Banyak orang yang membayangkan hal-hal yang berbahaya saat mereka mendengar istilah “arung jeram.” Tapi, jika mereka melakukan arung jeram di Kali Elo, sebenarnya tidak ada yang perlu mereka khawatirkan. Setiap tim rafting dipandu oleh pemandu yang berpengalaman dan cekatan. Selain itu, setiap tim juga dilengkapi dengan perlengkapan rafting yang  berstandar internasional. Di Kali Elo, terdapat jeram-jeram yang masuk dalam kategori kelas II sampai dengan kelas III. Wisata Rafting Kali Elo durasinya sekitar 2,5 sampai dengan 3 jam, dengan panjang lintasan sekitar 12 kilometer. Jadi, arung jeram di Kali Elo cukup melelahkan. Karena itu, setiap peserta diharapkan mengikuti arung jeram di saat kondisi mereka benar-benar fit.

Para wisatawan yang tertarik untuk mengikuti Rafting Kali Elo dapat mengikutinya di saat pagi, siang, atau sore hari. Pengarungan Sungai Elo pada pagi hari adalah pada jam 08.00 – 09.00 – 10.00. Sedangkan untuk siang hari, pengarungan Sungai Elo dilakukan pada jam 12.00-13.00. Untuk sore hari, yang merupakan pengarungan terakhir, dilakukan pada jam 15.00. Tarif untuk mengikuti arung jeram di sungai ini tidak mahal. Harga paket arung jeram sudah termasuk pinjaman peralatan rafting, jasa pemandu, asuransi, makanan kecil saat istirahat, makan dan minum, sertifikat, retribusi, dan transportasi lokal. Tidak ada syarat khusus untuk mengikuti rafting. Hanya saja, minimal usia peserta yang boleh mengikuti rafting adalah 4 tahun.

Mengikuti Rafting Kali Elo adalah pilihan yang pas bagi para wisatawan yang ingin merasakan petualangan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Mereka dapat mengikuti rafting bersama teman-teman atau saudara-saudara mereka. Karena rafting adalah kegiatan kelompok yang menyenangkan, dan juga melibatkan unsur kebersamaan, banyak perusahaan dan organisasi yang memanfaatkan Rafting Kali Elo sebagai cara untuk mempererat hubungan antara anggota mereka. Para wisatawan yang ingin mengikuti arung jeram di Sungai Elo dapat melakukan reservasi terlebih dahulu dengan menghubungi nomor telepon 0293 5560 666, 085643319330, atau 081229297555.

Gua Kiskendo – Gua Dengan Berbagai Legenda yang Menarik

Gua Kiskendo – Gua Dengan Berbagai Legenda yang Menarik

Gua Kiskendo – Gua Dengan Berbagai Legenda yang MenarikDi sebelah barat kota Yogyakarta, ada beberapa obyek wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi. Bagi para penggemar susur goa, Gua Kiskendo adalah obyek wisata yang tidak boleh mereka lewatkan. Obyek wisata alam yang terletak di Dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupatan Kulon Progo ini jaraknya sekitar 40 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Perjalanan ke obyek wisata ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Para wisatawan yang ingin berkunjung ke gua ini dapat menggunakan kendaraan umum, atau kendaraan pribadi. Tapi memang, menggunakan kendaraan pribadi jauh lebih praktis karena jika menggunakan bus, mereka harus berganti bus, sehingga cukup merepotkan.

Konon, Gua Kiskendo dulu ditemukan oleh seorang pertapa pada tahun 1700 an. Kemudian, pertapa yang bernama Ki Gondorio tersebut menjadi juru kunci Gua Kiskendo yang pertama. Tapi, kisah tentang Ki Gondorio bukanlah satu-satunya kisah yang berhubungan dengan Gua Kiskendo. Masih ada banyak versi cerita lain yang berhubungan dengan gua ini. Bahkan, ada salah satu versi yang menghubungkan gua ini dengan dunia pewayangan. Menurut versi yang ini, Gua Kiskendo dulunya adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Mahesosuro. Tidak ada yang tahu persis sebenarnya versi yang mana yang benar. Tapi yang jelas, cerita-cerita mengenai Gua Kiskendo cukup menarik untuk didengarkan.

Gua Kiskendo bukanlah obyek wisata biasa. Oleh penduduk sekitar, gua ini dianggap sebagai tempat yang keramat. Ini mungkin karena ada begitu banyak cerita dan mitos yang berhubungan dengan gua ini. Selain itu, di dalam Gua Kiskendo, ada tempat-tempat yang memang sering digunakan untuk bertapa atau tirakatan. Karena gua ini dianggap sebagai tempat yang keramat, ada pantangan-pantangan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. Contohnya, para pengunjung tidak boleh membuang kotoran di dalam gua, tidak boleh menghina gua, tidak boleh merusak apapun di dalam gua, dan tidak boleh berbuat yang tidak sopan. Sebenarnya lepas dari berbagai mitos yang ada, pantangan-pantangan tersebut sangat baik, karena dapat menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Gua Kiskendo adalah kompleks obyek wisata yang cukup luas. Di dalam gua ini, terdapat 15 ruangan, yang masing-masing memiliki nama. Selain itu, masing-masing ruangan juga memiliki cerita yang menarik. Contohnya, ada satu ruangan yang bernama Lidah Mahesosuro. Di ruangan ini terdapat batu yang seperti mempunyai lidah. Konon, lidah di batu ini adalah lidah Raja Mahesosuro yang dipotong oleh Subali supaya Raja tersebut tidak dapat hidup lagi. Contoh lain adalah ruangan bernama Lumbung Kampek, yang konon dulunya merupakan tempat untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kerajaan Gua Kiskendo.

Sebagai obyek wisata, Gua Kiskendo memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti lahan parkir yang luas, tempat istirahat yang berbentuk pendopo, dan toilet umum. Di gekat gua ini, ada beberapa obyek wisata lain yaitu Gua Sumitro, Gunung Kelir, dan Watu Blencong.

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota Yogyakarta

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota Yogyakarta

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota YogyakartaAda banyak hal yang membuat Yogyakarta menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi. Selain suasana kotanya yang damai dan tentram, kota ini juga memiliki banyak obyek wisata baik itu wisata alam, wisata pendidikan, wisata budaya, ataupun wisata belanja. Tapi sebenarnya, masih banyak hal lain yang sangat menarik di Yogyakarta. Contohnya, di kota ini, terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan menu-menu yang unik. Saking uniknya, banyak orang yang menyebut menu-menu tersebut sebagai menu yang ekstrim. Salah satu contoh menu unik yang dapat kita nikmati saat sedang berkunjung ke Yogyakarta adalah Tongseng Kelelawar. Dari namanya saja, tentunya kita semua sudah dapat menebak makanan macam apa ini. Ya, Tongseng Kelelawar adalah tongseng yang dibuat dengan daging kelelawar, salah satu jenis binatang yang tentunya sebagian besar dari kita tidak pernah membayangkan akan memakannya.

Tongseng Kelelawar adalah menu unik, yang oleh banyak orang dianggap ekstrim, yang dapat kita nikmati saat kita sedang berkunjung ke Yogyakarta. Tapi jangan salah, menu ini bukan menu yang terkenal. Jika kita mencoba bertanya ke mereka yang merupakan penduduk asli Yogyakarta, kemungkinan besar mereka pun belum pernah mendengarnya. Tapi Tongseng Kelelawar benar-benar ada. Untuk menyantap makanan yang ekstrim ini, kita dapat berkunjung ke warung milik Romiyati yang beralamat di Jl. Bantul Km 5,5 Yogyakarta. Letak warung ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta. Warung yang menjual beragam menu yang ekstrim ini buka setiap hari dari jam 3 sore sampai dengan jam 10 malam.

Di warung milik Romiyati, kita dapat menyantap Tongseng Kelelawar, yang oleh masyarakat sekitar juga dikenal sebagai tongseng codhot. Memang, sebenarnya ada banyak hewan lain yang lebih lazim untuk dijadikan tongseng. Tapi, pemilik warung ini memilih untuk mengolah dan menjual masakan dari daging kelelawar bukan tanpa alasan. Ternyata, di daerah tersebut, kelelawar merupakan hama yang sering merusak tanaman penduduk. Dan suami Romiyati, seringkali berburu kelelawar. Jadi kemungkinan, Romiyati memilih untuk memasak kelelawar daripada sekedar membuang hasil buruan suaminya itu. Menurut Romiyati, cara mengolah daging kelelawar menjadi tongseng mirip dengan mengolah daging hewan-hewan lainnya. Tapi dari segi rasa, tentu saja rasa daging kelelawar sangat berbeda.

Ternyata selain unik dan terdengar menantang, Tongseng Kelelawar diyakini memiliki berbagai khasiat. Menurut mereka yang sudah beberapa kali menyantap Tongseng Kelelawar, daging kelelawar mampu menyembuhkan penyakit asma. Tapi sayangnya, sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan ini. Tapi memang, ada penelitian yang menemukan fakta bahwa kelelawar mempunyai gen yang dapat dengan cepat mengobati kerusakan DNA. Harga satu porsi Tongseng Kelelawar hanya sekitar Rp. 7000,- saja. Selain Tongseng Kelelawar, warung ini juga menjual tongseng bajing dan tongseng emprit.