gumuk pasir

Berkunjung ke Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo

Berkunjung ke Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo

Biasanya, orang-orang yang berkunjung ke daerah pantai ingin menikmati pemandangan pantai yang indah. Tapi, pemandangan pantai yang indah bukanlah satu-satunya hal yang dapat dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Disana, terdapat Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo. Sekilas memang daerah tersebut tampak seperti daerah dengan hamparan pasir biasa. Tapi, sebenarnya gumuk pasir ini bukanlah hamparan pasir pantai biasa. Bahkan, menurut para ahli, sebenarnya gumuk pasir tersebut adalah gumuk pasir yang paling lengkap di Indonesia, atau bahkan mungkin di dunia. Jadi, tidak heran jika gumuk pasir tersebut sering didatangi oleh para peneliti.

Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo sangat menarik untuk dikunjungi, tidak hanya bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian, tapi juga bagi orang-orang biasa. Biasanya, ada cukup banyak wisatawan yang datang ke gumuk pasir tersebut untuk melakukan pengambilan foto. Memang, pemandangan hamparan pasir yang ada disana sangat menarik, dan dapat menjadi latar belakang foto yang indah. Kawasan ini cocok untuk pengambilan foto untuk pre-wedding, foto model, dan yang lainnya. Biasanya, orang-orang yang datang untuk pengambilan foto datang pada saat pagi atau sore hari. Selain itu, karena menemukan hamparan pasir yang luas seperti di gumuk pasir ini tidak mudah, tempat tersebut seringkali digunakan untuk shooting film, baik film lokal, maupun film internasional yang membutuhkan setting di gurun pasir. Terkadang, gumuk pasir ini juga digunakan sebagai tempat shooting video clip.

Fenomena gumuk pasir sebenarnya merupakan hal yang sangat langka. Apalagi, gumuk pasir ini terbentuk di tempat yang curah hujannya tinggi. Jadi, tidak heran jika gumuk pasir ini dijadikan sebagai laboratorium alam. Selain itu, disana juga dibangun Museum Geospasial Gumuk Pasir. Di Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo terdapat berbagai tipe gumuk pasir, seperti lingkaran, tapal kuda, parabola, dan masih banyak lagi. Menurut para ahli, pembentukan Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo memakan waktu ribuan tahun. Pasir yang ada di gumuk pasir tersebut berasal dari material vulkanik Gunung Merapi. Arus sungai membawa material vulkanik dari Gunung Merapi sampai ke muara. Kemudian, ombak samudera menghantamnya hingga ke daratan.

Lokasi Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo cukup mudah untuk ditemukan. Letak gumuk pasir ini tidak jauh dari Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Cara termudah untuk menemukan lokasi gumuk pasir ini adalah dengan mencari penginapan bernama Losmen Asoka terlebih dahulu. Dari sana, kita tinggal berbelok ke kanan dan lurus terus, dan kita akan sampai di gumuk pasir. Jalan menuju gumuk pasir ini sudah beraspal, jadi perjalanan terasa nyaman. Waktu terbaik untuk berkunjung ke gumuk pasir yang unik ini adalah pada pagi atau sore hari. Jika kita datang pada siang hari, kita harus merasakan panasnya sinar matahari.

Panjat Tebing di Pantai Siung

Panjat Tebing di Pantai Siung

Panjat Tebing di Pantai SiungBiasanya orang-orang yang berkunjung ke sebuah pantai bermaksud untuk menikmati pemandangan pantai yang indah. Tapi, banyak orang yang berkunjung ke Pantai Siung yang tujuannya bukan untuk sekedar menikmati pemandangan. Pantai Siung memang berbeda dengan pantai-pantai lain di Gunungkidul. Pantai yang dari pusat kota Yogyakarta jaraknya sekitar 70 kilometer ini dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, yang tentunya sangat menarik bagi para penggemar olahraga panjat tebing. Di daerah ini terdapat 250 jalur panjat tebing yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jadi, Panjat Tebing di Pantai Siung dapat dilakukan baik oleh para pemanjat tebing yang belum berpengalaman, maupun para pemanjat tebing yang memang sudah ahli.

Jarak sejauh sekitar 70 kilometer dari kota Yogyakarta ke Pantai Siung dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam jika menggunakan kendaraan pribadi. Jika menggunakan kendaraan umum, perjalanan akan menjadi jauh lebih lama karena tidak banyak kendaraan umum yang menuju kesana. Selain itu, tentunya membawa berbagai macam perlengkapan panjat tebing saat naik kendaraan umum sangat merepotkan. Karena Pantai Siung segaris dengan pantai-pantai lain yang terkenal, seperti Baron dan Sundak, menemukan pantai ini bukanlah hal yang sulit. Tersedia banyak papan penunjuk jalan menuju ke pantai-pantai tersebut. Pantai Siung menawarkan pemandangan pantai yang sangat indah. Menurut penduduk setempat, nama Pantai Siung diambil dari sebuah batu karang di pantai tersebut yang letaknya menjorok ke lautan. Bentuk batu karang tersebut seperti siung atau gigi kera. Uniknya, di pantai yang indah ini juga seringkali muncul kera-kera berekor panjang dari puncak tebing. Jadi, tampaknya memang Pantai Siung adalah nama yang sangat pas untuk pantai ini.

pantai tebing siung yogyakarta 2

Tebing-tebing yang ada di Pantai Siung tingginya sekitar 15 meter. Para pecinta panjat tebing yang berkunjung ke pantai ini dapat memilih satu dari 250  jalur panjat tebing yang sesuai dengan tingkat keterampilan mereka. Jalur-jalur yang ada dibagi menjadi beberapa blok, yaitu aid climbing, free climbing, dan artificial. Di pantai ini, biasanya para pecinta panjat tebing yang ingin menikmati pemandangan yang indah memilih jalur yang bernama Jalur Kuda Laut. Waktu yang paling tepat untuk memanjat tebing di pantai ini adalah pada sore hari.  Pada saat itulah, para pemanjat dapat menikmati indahnya perubahan warna langit dari sore ke malam.

Sebenarnya olahraga panjat tebing lah yang membuat Pantai Siung menjadi terkenal dan banyak dikunjungi orang. Dulu, sebelum tebing di pantai ini digunakan untuk olahraga panjat tebing, pantai ini sepi dan terkesan kumuh. Tapi sekarang, keadaan Pantai Siung sudah jauh berubah. Sekarang fasilitas yang ada di pantai ini cukup memadai, dan tersedia pondok berkapasitas 12-15 orang yang dapat digunakan sebagai tempat untuk bermalam.