Menikmati Oseng Walang Khas Gunung Kidul

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung Kidul

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung KidulAyam, sapi, kambing, dan ikan adalah beberapa jenis hewan yang dagingnya paling sering kita makan. Tapi sebenarnya, masih ada banyak hewan lain yang dapat kita makan, walaupun memang kedengarannya kurang lazim. Salah satu dari hewan-hewan ini adalah belalang, yang dalam bahasa Jawa disebut walang. Sebenarnya, menu belalang adalah menu yang sangat lazim bagi mereka yang tinggal di daerah Gunung Kidul. Disana, belalang diolah menjadi berbagai jenis masakan yang lezat, seperti Oseng Walang, pepes walang, dan masih banyak lagi. Bahkan, belalang juga seringkali langsung digoreng untuk dimakan sebagai camilan. Tapi tentu saja, belalang yang diolah menjadi makanan bukan belalang sembarangan. Yang diolah menjadi makanan oleh penduduk Gunung Kidul adalah belalang kayu, yang memang dapat dengan mudah ditemukan disana.

Tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali mempunyai ide untuk menyantap belalang sebagai lauk atau camilan. Tapi yang jelas, di daerah Gunung Kidul, belalang sudah menjadi salah satu makanan favorit sejak puluhan tahun yang lalu. Menurut mereka yang sudah sering makan Oseng Walang atau olahan belalang lainnya, rasa belalang sangat enak. Dan jika digoreng, belalang menghasilkan rasa yang renyah dan gurih. Bahkan, karena rasanya yang enak, di Gunung Kidul ada banyak rumah makan yang menjual berbagai menu belalang. Tapi sebenarnya ada satu hal yang harus diingat bagi mereka yang sebelumnya belum pernah makan belalang. Belalang dapat menimbulkan alergi, seperti gatal, atau bentol bentol. Jadi sebaiknya, saat akan mencoba makan belalang untuk pertama kalinya, mereka mencoba sedikit terlebih dahulu.

Selain rasanya yang enak, ternyata belalang juga bergizi. Menurut salah seorang profesor di IPB, belalang mengandung berbagai nutrisi yang penting seperti protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Selain itu, kulit belalang juga mengandung zat kitosan. Ini adalah zat yang juga dikandung oleh kulit udang. Bagi mereka yang tertarik untuk mencoba berbagai menu belalang, yang perlu mereka lakukan hanyalah berkunjung ke daerah Gunung Kidul. Disana ada banyak rumah makan yang menyediakan berbagai menu belalang. Selain itu, di sekitar Pasar Munggi, Semanu, ada banyak penjual yang menjajakan belalang goreng yang sudah dikemas. Harga belalang goreng tidak mahal, walaupun memang tidak terlalu murah juga. Untuk kemasan berisi 10 ekor, harganya Rp5.000. Sedangkan kemasan yang lebih besar dengan isi sekitar 30 ekor harganya Rp. 25.000,-.

Cara paling praktis untuk menikmati belalang adalah dengan mengunjungi salah satu rumah makan di Gunung Kidul, atau membeli belalang goreng di sekitar Pasar Munggi, Semanu. Tapi sebenarnya, ada juga banyak penjual di pinggir jalan yang menjajakan belalang mentah. Harga satu renteng belalang mentah yang isinya lebih dari 100 ekor biasanya sekitar Rp. 40.000,-.

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota Yogyakarta

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota Yogyakarta

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota YogyakartaAda banyak hal yang membuat Yogyakarta menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi. Selain suasana kotanya yang damai dan tentram, kota ini juga memiliki banyak obyek wisata baik itu wisata alam, wisata pendidikan, wisata budaya, ataupun wisata belanja. Tapi sebenarnya, masih banyak hal lain yang sangat menarik di Yogyakarta. Contohnya, di kota ini, terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan menu-menu yang unik. Saking uniknya, banyak orang yang menyebut menu-menu tersebut sebagai menu yang ekstrim. Salah satu contoh menu unik yang dapat kita nikmati saat sedang berkunjung ke Yogyakarta adalah Tongseng Kelelawar. Dari namanya saja, tentunya kita semua sudah dapat menebak makanan macam apa ini. Ya, Tongseng Kelelawar adalah tongseng yang dibuat dengan daging kelelawar, salah satu jenis binatang yang tentunya sebagian besar dari kita tidak pernah membayangkan akan memakannya.

Tongseng Kelelawar adalah menu unik, yang oleh banyak orang dianggap ekstrim, yang dapat kita nikmati saat kita sedang berkunjung ke Yogyakarta. Tapi jangan salah, menu ini bukan menu yang terkenal. Jika kita mencoba bertanya ke mereka yang merupakan penduduk asli Yogyakarta, kemungkinan besar mereka pun belum pernah mendengarnya. Tapi Tongseng Kelelawar benar-benar ada. Untuk menyantap makanan yang ekstrim ini, kita dapat berkunjung ke warung milik Romiyati yang beralamat di Jl. Bantul Km 5,5 Yogyakarta. Letak warung ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta. Warung yang menjual beragam menu yang ekstrim ini buka setiap hari dari jam 3 sore sampai dengan jam 10 malam.

Di warung milik Romiyati, kita dapat menyantap Tongseng Kelelawar, yang oleh masyarakat sekitar juga dikenal sebagai tongseng codhot. Memang, sebenarnya ada banyak hewan lain yang lebih lazim untuk dijadikan tongseng. Tapi, pemilik warung ini memilih untuk mengolah dan menjual masakan dari daging kelelawar bukan tanpa alasan. Ternyata, di daerah tersebut, kelelawar merupakan hama yang sering merusak tanaman penduduk. Dan suami Romiyati, seringkali berburu kelelawar. Jadi kemungkinan, Romiyati memilih untuk memasak kelelawar daripada sekedar membuang hasil buruan suaminya itu. Menurut Romiyati, cara mengolah daging kelelawar menjadi tongseng mirip dengan mengolah daging hewan-hewan lainnya. Tapi dari segi rasa, tentu saja rasa daging kelelawar sangat berbeda.

Ternyata selain unik dan terdengar menantang, Tongseng Kelelawar diyakini memiliki berbagai khasiat. Menurut mereka yang sudah beberapa kali menyantap Tongseng Kelelawar, daging kelelawar mampu menyembuhkan penyakit asma. Tapi sayangnya, sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan ini. Tapi memang, ada penelitian yang menemukan fakta bahwa kelelawar mempunyai gen yang dapat dengan cepat mengobati kerusakan DNA. Harga satu porsi Tongseng Kelelawar hanya sekitar Rp. 7000,- saja. Selain Tongseng Kelelawar, warung ini juga menjual tongseng bajing dan tongseng emprit.

gumuk pasir

Berkunjung ke Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo

Berkunjung ke Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo

Biasanya, orang-orang yang berkunjung ke daerah pantai ingin menikmati pemandangan pantai yang indah. Tapi, pemandangan pantai yang indah bukanlah satu-satunya hal yang dapat dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Disana, terdapat Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo. Sekilas memang daerah tersebut tampak seperti daerah dengan hamparan pasir biasa. Tapi, sebenarnya gumuk pasir ini bukanlah hamparan pasir pantai biasa. Bahkan, menurut para ahli, sebenarnya gumuk pasir tersebut adalah gumuk pasir yang paling lengkap di Indonesia, atau bahkan mungkin di dunia. Jadi, tidak heran jika gumuk pasir tersebut sering didatangi oleh para peneliti.

Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo sangat menarik untuk dikunjungi, tidak hanya bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian, tapi juga bagi orang-orang biasa. Biasanya, ada cukup banyak wisatawan yang datang ke gumuk pasir tersebut untuk melakukan pengambilan foto. Memang, pemandangan hamparan pasir yang ada disana sangat menarik, dan dapat menjadi latar belakang foto yang indah. Kawasan ini cocok untuk pengambilan foto untuk pre-wedding, foto model, dan yang lainnya. Biasanya, orang-orang yang datang untuk pengambilan foto datang pada saat pagi atau sore hari. Selain itu, karena menemukan hamparan pasir yang luas seperti di gumuk pasir ini tidak mudah, tempat tersebut seringkali digunakan untuk shooting film, baik film lokal, maupun film internasional yang membutuhkan setting di gurun pasir. Terkadang, gumuk pasir ini juga digunakan sebagai tempat shooting video clip.

Fenomena gumuk pasir sebenarnya merupakan hal yang sangat langka. Apalagi, gumuk pasir ini terbentuk di tempat yang curah hujannya tinggi. Jadi, tidak heran jika gumuk pasir ini dijadikan sebagai laboratorium alam. Selain itu, disana juga dibangun Museum Geospasial Gumuk Pasir. Di Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo terdapat berbagai tipe gumuk pasir, seperti lingkaran, tapal kuda, parabola, dan masih banyak lagi. Menurut para ahli, pembentukan Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo memakan waktu ribuan tahun. Pasir yang ada di gumuk pasir tersebut berasal dari material vulkanik Gunung Merapi. Arus sungai membawa material vulkanik dari Gunung Merapi sampai ke muara. Kemudian, ombak samudera menghantamnya hingga ke daratan.

Lokasi Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo cukup mudah untuk ditemukan. Letak gumuk pasir ini tidak jauh dari Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Cara termudah untuk menemukan lokasi gumuk pasir ini adalah dengan mencari penginapan bernama Losmen Asoka terlebih dahulu. Dari sana, kita tinggal berbelok ke kanan dan lurus terus, dan kita akan sampai di gumuk pasir. Jalan menuju gumuk pasir ini sudah beraspal, jadi perjalanan terasa nyaman. Waktu terbaik untuk berkunjung ke gumuk pasir yang unik ini adalah pada pagi atau sore hari. Jika kita datang pada siang hari, kita harus merasakan panasnya sinar matahari.

Nikmatnya Bakmi Jawa Mbah Mo

Nikmatnya Bakmi Jawa Mbah Mo
Kita semua tahu bahwa di Yogyakarta ada banyak sekali warung yang menjual bakmi. Tapi, di kota budaya ini, hanya ada beberapa warung bakmi yang sangat terkenal. Salah satu warung bakmi yang sangat terkenal, bahkan hingga ke luar kota, adalah warung bakmi Mbah Mo. Warung bakmi ini letaknya cukup jauh dari kota Yogyakarta. Untuk sampai ke warung bakmi ini, kita harus menyusuri Jalan Parangtritis ke arah selatan, sampai menemukan perempatan Manding. Dari perempatan tersebut, kita harus berbelok ke kanan (barat). Kemudian, di traffic light berikutnya, kita harus belok ke kanan (utara). Setelah itu, kita harus menyusuri jalan yang relatif sepi, dan kita akan menemukan papan penunjuk jalan ke bakmi Mbah Mo, yang letaknya sekitar 100 meter masuk ke dalam jalan pemukiman. Jalan masuk terletak di sebelah kanan jalan, di pojok tikungan, jadi berbelok kesana biasanya terasa cukup sulit, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung kesana.

Warung bakmi Mbah Mo cukup unik. Warung ini terletak di tengah perkampungan. Jadi, saat menuju ke warung bakmi ini, Anda akan merasa seperti akan mengunjungi rumah seseorang, dan bukan tempat makan. Saat sampai di warung bakmi ini, Anda akan melihat pemandangan yang menarik. Anda akan melihat sebuah warung bakmi yang sederhana, tapi halaman parkirnya dipenuhi oleh mobil. Mereka yang menjadi pelanggan tetap warung bakmi ini banyak yang bukan orang sembarangan. Banyak dari pelanggan warung bakmi ini yang merupakan orang penting, seperti pejabat, ataupun pengusaha. Selain itu, para wisatawan dari luar kota pun banyak yang menyempatkan diri untuk mengunjungi warung bakmi ini. Ada yang hanya karena penasaran, dan banyak juga yang sudah beberapa kali kesana.

Seperti kebanyakan warung bakmi lainnya yang ada di Yogyakarta, warung bakmi Mbah Mo buka dari sore sampai malam hari, atau lebih tepatnya dari jam 17.00 sampai jam 23.00. Di warung bakmi ini, menu makanan yang tersedia adalah Bakmi Godog, Bakmi Goreng, dan Bakmi Nyemek. Jika dibandingkan dengan warung-warung penjual bakmi lainnya, memang harga bakmi di warung bakmi ini relatif mahal. Harga bakmi di warung ini antara Rp. 12.000 – Rp. 20.000. Tapi, Anda tidak akan merasa rugi karena memang rasa bakmi yang disajikan di warung bakmi Mbah Mo sangat enak. Jika Anda tidak ingin menunggu lama, sebaiknya Anda datang sekitar jam 17.00, saat warung bakmi ini baru saja buka dan belum banyak yang mengantri. Jika sudah banyak yang mengantri, biasanya Anda harus menunggu cukup lama, karena di warung bakmi ini, setiap porsi dimasak satu per satu. Walaupun warung bakmi Mbah Mo terlihat sangat sederhana, warung ini mempunyai sistem reservasi. Jadi, sebelum datang kesana, Anda dapat menelepon terlebih dahulu untuk memberitahukan jumlah peserta rombongan, apa saja yang dipesan, dan kira-kira tiba jam berapa.

 

Mengagumi Keindahan Kota Tua di Kotagede

Kota Tua di KotagedeMengagumi Keindahan Kota Tua di Kotagede

Biasanya para wisatawan mempunyai selera yang berbeda-beda. Ada yang suka mengunjungi obyek wisata alam, dan ada juga yang lebih suka mengunjungi obyek wisata budaya, atau jenis obyek wisata lainnya. Untungnya, di Yogyakarta tersedia obyek-obyek wisata yang menarik untuk para wisatawan dengan minat apapun juga. Bagi para wisatawan yang tertarik dengan obyek wisata sejarah atau budaya, salah satu tempat terbaik yang harus mereka kunjungi adalah Kota Tua di Kotagede.

Letak Kotagede tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta. Selain itu, jalan menuju ke Kotagede biasanya relatif sepi dan lancar. Saat memasuki daerah Kotagede, para wisatawan akan merasakan suasana yang berbeda. Disana, terdapat bangunan-bangunan tua yang memang sengaja dilestarikan. Dan tentunya, setiap bangunan yang ada disana memiliki sejarah yang menarik. Dulu, Kotagede adalah ibukota Kerajaan Mataram Islam yang mempunyai daerah kekuasaan yang sangat luas. Tapi kemudian, kerajaan tersebut terpecah menjadi dua. Di daerah Kotagede ada banyak sekali tempat yang menarik untuk dikunjungi. Para wisatawan dapat berkunjung ke Pasar Kotagede, Kompleks Makam Raja-Raja Kota Gede yang dikenal dengan nama Kagungandalem, Masjid Kotagede, Kedhaton, dan reruntuhan benteng. Selain itu, kawasan Kotagede merupakan sentra industri perak. Jadi, para wisatawan dapat berbelanja berbagai macam kerajinan perak yang sangat menarik.

Diantara beberapa tempat yang dapat dikunjungi di Kotagede, salah satu yang paling menarik adalah Kompleks Makam Raja-Raja Kota Gede. Letak kompleks pemakaman ini sekitar 100 meter dari Pasar Kotagede. Kompleks pemakaman ini dikelilingi oleh tembok tinggi yang kokoh. Gapura kompleks pemakaman ini cukup menarik, dengan arsitektur Hindu. Di kompleks pemakaman ini, selalu ada beberapa abdi dalem yang berjaga. Waktu untuk berkunjung ke Kompleks Makam Raja-Raja Kota Gede sangat terbatas. Kompleks pemakaman ini hanya menerima pengunjung pada hari Minggu, Senin, Kamis, dan Jum’at. Para pengunjung diijinkan masuk dari jam 08.00 sampai dengan jam 16.00. Aturan yang berlaku di kompleks pemakaman ini mirip dengan aturan yang berlaku di Pemakaman Imogiri. Para pengunjung yang masuk harus mengenakan pakaian adat Jawa. Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan membawa kamera dan mengenakan perhiasan emas.

Para wisatawan yang ingin menikmati suasana yang berbeda dan indahnya bangunan-bangunan tua dapat berjalan-jalan di Kota Tua di Kotagede. Walaupun di daerah ini banyak orang yang berjualan, mereka tidak memaksa para wisatawan untuk membeli. Ini sangat berbeda dengan kondisi di beberapa obyek wisata, dimana ada banyak penjual asongan yang terlalu memaksa dan cenderung mengganggu pengunjung.

Lokasi & Harga Tiket MasukKotagede

Kotagede terletak di bagian selatan kota Yogyakarta. Untuk sampai ke Kotagede, para wisatawan dapat melewati ring road Janti, dan terus ke arah selatan, kemudian saat sampai di perempatan, berbelok ke jalan yang melewati JEC (Jalan Janti). Kemudian, di traffic light berikutnya, mereka hanya perlu lurus terus saja dan mereka akan tiba di Kotagede. Masuk ke daerah ini tidak dikenakan biaya.

Peta Kotagede