Source by: marikitadolan

Candi Abang, Mirip Bukit Teletubbies

Keindahan wisata alam Jogja memang tidak akan pernah ada habisnya bila dijelajah, salah satunya adalah wisata candi. Ada banyak sekali candi yang tersebar di Jawa Tengah, termasuk di Jogja yang memiliki Candi Prambanan dan namanya pun sudah mendunia. Ada juga candi-candi unik lainnya yang memiliki sejarah dan bentuk yang sama sekali berbeda dengan candi-candi lainnya di Jogja yaitu Candi Abang. Candi ini berada di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman Yogyakarta. Untuk mencapai candi unik ini bisa melaluinya dari jalan Jogja-Solo, yang menuju kearah Prambanan. Begitu Sampai di Terminal Prambanan, cari Jalan Raya Jogja-Piyungan Km 8. Disana ada papan petunjuk arah kekanan (barat) bertuliskan Candi Abang dan Gua Sentana. Candi ini berada di puncak bukit di pinggir jalan desa, sekitar 1,5 kilometer sebelah Barat Jalan Raya Jogja-Piyungan. (more…)

Source by: triptus

Pura Pakualaman, Kraton ‘Muda’ AB 2

Bicara mengenai Kraton di Jogja, pastilah kita akan spontan menyebut kraton Kasultanan Yogyakarta yang didiami oleh Keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono selaku pemangku jabatan sebagai raja di Daerah Istimewa Yogkarta. Padahal selain kraton tersebut, ada satu lagi kraton yang “terlupakan” yaitu Pura Pakualaman. Dari kraton Kasultanan, pura ini berjarak lebih kurang 2.5 km ke arah timur dan dipimpin oleh Paku Alam. (more…)

sumurgumuling-4

Sumur Gumuling, Masjid Raja Yang Mempesona

Masih merupakan bagian dari kompleks pesanggrahan Taman Sari Yogyakarta, Sumur Gumuling merupakan masjid yang di bangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kompleks Tamansari dibangun atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 M. Untuk menuju Sumur Gumuling dulu ada dua buah jalan yaitu melalui gerbang barat dan gerbang timur. Sebenarnya gerbang – gerbang ini adalah bagian dari urung – urung (gorong – gorong). Gerbang barat saat ini hanya tinggal sisa – sisanya saja karena telah runtuh sehingga tidak mungkin dilewati, sedangkan gerbang timur masih dalam kondisi yang cukup baik dan urung – urungnya pun masih bisa dilewati. Menurut cerita yang beredar jika berjalan melalui gerbang timur menuju gerbang barat maka akan sampai ke laut selatan. (more…)

Mengikuti Wisata Trail Merapi

Mengikuti Wisata Trail Merapi

Mengikuti Wisata Trail MerapiBagi para penggemar wisata alam pegunungan, daerah Kaliurang dan sekitarnya adalah tujuan wisata yang menarik. Apalagi, sejak erupsi Gunung Merapi beberapa tahun yang lalu, daerah Kaliurang dan sekitarnya telah banyak berubah. Ada banyak tempat yang rusak, dan bahkan ada tempat-tempat tertentu yang rata dengan material dari Gunung Merapi. Di antara tempat-tempat yang terkena erupsi Merapi, yang paling parah adalah Dusun Kinahrejo. Untuk menjelajahi dusun ini dan tempat-tempat di sekitarnya, para wisatawan dapat menyewa sepeda motor trail. Mengikuti Wisata Trail Merapi adalah cara yang menarik untuk menikmati liburan. Motor trail adalah sepeda motor yang tangguh, yang dapat melewati medan-medan yang berat yang ada disana. Dan tentunya, naik motor trail rasanya berbeda dengan naik motor biasa.

(more…)

Wisata Jeep Merapi

Wisata Jeep Merapi

Beberapa tahun yang lalu Gunung Merapi meletus dan meluluh lantakkan desa-desa di sekitarnya. Sekarang, sebagian besar dari desa-desa yang hancur tersebut telah dibangun kembali. Tapi, ada beberapa tempat di lereng merapi yang tidak dibangun kembali, dan sekarang menjadi obyek wisata yang menarik. Para wisatawan yang ingin melihat sisa-sisa erupsi Gunung Merapi dari dekat dapat berkunjung ke Dusun Kinahrejo. Disana, mereka dapat menyewa sepeda gunung, motor trail, atau mobil Jeep beserta pengemudinya, untuk menjelajahi tempat-tempat yang dulu terkena erupsi Gunung Merapi. Bagi para wisatawan yang ingin menikmati tour di lereng merapi dengan nyaman, menyewa mobil Jeep beserta pengemudinya adalah pilihan terbaik.

(more…)

Indahnya Suroloyo Pass

Indahnya Suroloyo Pass

Indahnya Suroloyo PassDi Yogyakarta dan sekitarnya ada cukup banyak obyek wisata alam. Salah satunya adalah Suroloyo Pass. Obyek wisata ini terletak di sebelah barat kota Yogyakarta. Letak obyek wisata ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Untuk sampai ke obyek wisata ini, kita dapat mengambil rute Godean – Sentolo – Kalibawang. Rute ini adalah rute yang paling cepat. Tapi, kita juga dapat mengambil rute lainnya yaitu Jalan Magelang – Pasar Muntilan – Kalibawang. Sebaiknya sebelum berangkat menuju ke Suroloyo Pass, kita memastikan bahwa kendaraan kita, dan juga kesehatan kita, dalam kondisi yang prima. Selain itu, ada baiknya jika kita membawa ban cadangan karena nanti di sepanjang jalan yang relatif sepi tidak ada tukang tambal ban.

(more…)

Sosrowijayan Kampung Internasional

Sosrowijayan Kampung Internasional

Sosrowijayan Kampung InternasionalSebenarnya di Yogyakarta ada banyak sekali obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Hanya saja, sebagai tempat tujuan wisata, Yogyakarta memiliki satu kekurangan. Rata-rata obyek wisata di Yogyakarta kurang mampu untuk mengakomodasi wisatawan asing, baik dari segi fasilitas, ataupun yang lainnya. Tapi, sebenarnya di Yogyakarta ada satu daerah yang dapat mengakomodasi wisatawan asing dengan baik. Daerah ini bernama Sosrowijayan Kampung Internasional. Di daerah ini tersedia berbagai fasilitas yang diperlukan oleh wisatawan asing. Tapi tentunya, ini tidak berarti bahwa daerah ini tertutup untuk wisatawan domestik. Segala fasilitas yang ada di Sosrowijayan Kampung Internasional juga sangat mendukung wisatawan domestik yang ingin berlibur di Yogyakarta.

(more…)

Serunya Rafting Kali Oyo

Serunya Rafting Kali Oyo

Serunya Rafting Kali Oyo

Banyak orang yang beranggapan bahwa seluruh daerah Gunungkidul adalah tempat yang kering. Padahal, ada tempat-tempat tertentu di daerah Gunungkidul yang hijau dan subur. Bahkan, para wisatawan yang berkunjung kesana dapat melakukan rafting. Salah satu tempat di Gunungkidul yang pas bagi para penggemar rafting adalah Kali Oyo. Sungai ini terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kabupatan Gunungkidul. Lokasi sungai ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Untuk sampai ke sungai ini, rute yang harus dilewati adalah Jl Wonosari, Bukit Bintang, bundaran SPBU Siyono, perempatan Grogol, dan Balai Desa Bejiharjo. Biasanya di depan gang yang menuju ke Gua Pindul ada beberapa pemuda yang akan menunjukkan letak sekretariat. Sebelum berangkat, barang-barang dapat dititipkan disana.

Rafting Kali Oyo bukanlah rafting biasa yang menggunakan perahu karet. Rafting di sungai ini adalah rafting yang hanya menggunakan ban dalam. Jadi, para peserta yang mengikuti rafting ini akan terapung-apung mengikuti arus sungai Kali Oyo, diatas pelampung untuk satu orang. Panjang sungai yang diarungi selama rafting sekitar 1,5 kilometer. Untuk mengarungi lintasan sepanjang 1,5 kilometer ini dibutuhkan waktu sekitar 1-2 jam. Jadi, walaupun lintasannya pendek, rafting di sungai ini durasinya cukup lama. Tapi, biasanya para peserta tidak merasa bahwa durasi dari rafting ini cukup lama karena bermain-main air sembari menikmati pemandangan alam yang indah sangat menyenangkan. Walaupun rafting di sungai ini terlihat sederhana, para peserta dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Selain itu, mereka juga didampingi oleh pemandu. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Rafting Kali Oyo adalah rafting yang santai. Para wisatawan yang mengikuti rafting dapat bersantai sembari terapung-apung di sungai. Rute rafting di sungai ini melewati sebuah tebing yang cukup tinggi. Para peserta rafting yang ingin merasakan petualangan yang menegangkan dapat melompat dari tebing tersebut. Hanya saja, mereka harus berhati-hati, jangan sampai menceburkan diri dengan posisi yang salah. Rute Rafting Kali Oyo juga melewati air terjun yang indah. Di dekat air terjun ini biasanya para peserta menghabiskan banyak waktu untuk bersantai dan menikmati keindahan alam. Arus air di sungai ini tidak selalu tenang. Di saat musim penghujan, biasanya arus sungai cukup deras, dan rafting pun menjadi jauh lebih menegangkan.

Paket Rafting Kali Oyo tidak mahal. Biaya untuk mengikuti paket ini hanya Rp. 45.000,- saja per orang. Biaya ini sudah termasuk pinjaman perlengkapan rafting, jasa pemandu, transportasi, dan asuransi. Tidak ada persyaratan khusus bagi mereka yang ingin mengikuti rafting. Hanya saja, para peserta harus dalam rombongan dengan jumlah minimal 5 orang. Para wisatawan yang datang dalam rombongan yang jumlah anggotanya kurang dari 5 orang biasanya digabungkan dengan rombongan wisatawan lain.

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung Kidul

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung Kidul

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung KidulAyam, sapi, kambing, dan ikan adalah beberapa jenis hewan yang dagingnya paling sering kita makan. Tapi sebenarnya, masih ada banyak hewan lain yang dapat kita makan, walaupun memang kedengarannya kurang lazim. Salah satu dari hewan-hewan ini adalah belalang, yang dalam bahasa Jawa disebut walang. Sebenarnya, menu belalang adalah menu yang sangat lazim bagi mereka yang tinggal di daerah Gunung Kidul. Disana, belalang diolah menjadi berbagai jenis masakan yang lezat, seperti Oseng Walang, pepes walang, dan masih banyak lagi. Bahkan, belalang juga seringkali langsung digoreng untuk dimakan sebagai camilan. Tapi tentu saja, belalang yang diolah menjadi makanan bukan belalang sembarangan. Yang diolah menjadi makanan oleh penduduk Gunung Kidul adalah belalang kayu, yang memang dapat dengan mudah ditemukan disana.

Tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali mempunyai ide untuk menyantap belalang sebagai lauk atau camilan. Tapi yang jelas, di daerah Gunung Kidul, belalang sudah menjadi salah satu makanan favorit sejak puluhan tahun yang lalu. Menurut mereka yang sudah sering makan Oseng Walang atau olahan belalang lainnya, rasa belalang sangat enak. Dan jika digoreng, belalang menghasilkan rasa yang renyah dan gurih. Bahkan, karena rasanya yang enak, di Gunung Kidul ada banyak rumah makan yang menjual berbagai menu belalang. Tapi sebenarnya ada satu hal yang harus diingat bagi mereka yang sebelumnya belum pernah makan belalang. Belalang dapat menimbulkan alergi, seperti gatal, atau bentol bentol. Jadi sebaiknya, saat akan mencoba makan belalang untuk pertama kalinya, mereka mencoba sedikit terlebih dahulu.

Selain rasanya yang enak, ternyata belalang juga bergizi. Menurut salah seorang profesor di IPB, belalang mengandung berbagai nutrisi yang penting seperti protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Selain itu, kulit belalang juga mengandung zat kitosan. Ini adalah zat yang juga dikandung oleh kulit udang. Bagi mereka yang tertarik untuk mencoba berbagai menu belalang, yang perlu mereka lakukan hanyalah berkunjung ke daerah Gunung Kidul. Disana ada banyak rumah makan yang menyediakan berbagai menu belalang. Selain itu, di sekitar Pasar Munggi, Semanu, ada banyak penjual yang menjajakan belalang goreng yang sudah dikemas. Harga belalang goreng tidak mahal, walaupun memang tidak terlalu murah juga. Untuk kemasan berisi 10 ekor, harganya Rp5.000. Sedangkan kemasan yang lebih besar dengan isi sekitar 30 ekor harganya Rp. 25.000,-.

Cara paling praktis untuk menikmati belalang adalah dengan mengunjungi salah satu rumah makan di Gunung Kidul, atau membeli belalang goreng di sekitar Pasar Munggi, Semanu. Tapi sebenarnya, ada juga banyak penjual di pinggir jalan yang menjajakan belalang mentah. Harga satu renteng belalang mentah yang isinya lebih dari 100 ekor biasanya sekitar Rp. 40.000,-.

Gua Kiskendo – Gua Dengan Berbagai Legenda yang Menarik

Gua Kiskendo – Gua Dengan Berbagai Legenda yang Menarik

Gua Kiskendo – Gua Dengan Berbagai Legenda yang MenarikDi sebelah barat kota Yogyakarta, ada beberapa obyek wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi. Bagi para penggemar susur goa, Gua Kiskendo adalah obyek wisata yang tidak boleh mereka lewatkan. Obyek wisata alam yang terletak di Dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupatan Kulon Progo ini jaraknya sekitar 40 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Perjalanan ke obyek wisata ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Para wisatawan yang ingin berkunjung ke gua ini dapat menggunakan kendaraan umum, atau kendaraan pribadi. Tapi memang, menggunakan kendaraan pribadi jauh lebih praktis karena jika menggunakan bus, mereka harus berganti bus, sehingga cukup merepotkan.

Konon, Gua Kiskendo dulu ditemukan oleh seorang pertapa pada tahun 1700 an. Kemudian, pertapa yang bernama Ki Gondorio tersebut menjadi juru kunci Gua Kiskendo yang pertama. Tapi, kisah tentang Ki Gondorio bukanlah satu-satunya kisah yang berhubungan dengan Gua Kiskendo. Masih ada banyak versi cerita lain yang berhubungan dengan gua ini. Bahkan, ada salah satu versi yang menghubungkan gua ini dengan dunia pewayangan. Menurut versi yang ini, Gua Kiskendo dulunya adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Mahesosuro. Tidak ada yang tahu persis sebenarnya versi yang mana yang benar. Tapi yang jelas, cerita-cerita mengenai Gua Kiskendo cukup menarik untuk didengarkan.

Gua Kiskendo bukanlah obyek wisata biasa. Oleh penduduk sekitar, gua ini dianggap sebagai tempat yang keramat. Ini mungkin karena ada begitu banyak cerita dan mitos yang berhubungan dengan gua ini. Selain itu, di dalam Gua Kiskendo, ada tempat-tempat yang memang sering digunakan untuk bertapa atau tirakatan. Karena gua ini dianggap sebagai tempat yang keramat, ada pantangan-pantangan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. Contohnya, para pengunjung tidak boleh membuang kotoran di dalam gua, tidak boleh menghina gua, tidak boleh merusak apapun di dalam gua, dan tidak boleh berbuat yang tidak sopan. Sebenarnya lepas dari berbagai mitos yang ada, pantangan-pantangan tersebut sangat baik, karena dapat menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Gua Kiskendo adalah kompleks obyek wisata yang cukup luas. Di dalam gua ini, terdapat 15 ruangan, yang masing-masing memiliki nama. Selain itu, masing-masing ruangan juga memiliki cerita yang menarik. Contohnya, ada satu ruangan yang bernama Lidah Mahesosuro. Di ruangan ini terdapat batu yang seperti mempunyai lidah. Konon, lidah di batu ini adalah lidah Raja Mahesosuro yang dipotong oleh Subali supaya Raja tersebut tidak dapat hidup lagi. Contoh lain adalah ruangan bernama Lumbung Kampek, yang konon dulunya merupakan tempat untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kerajaan Gua Kiskendo.

Sebagai obyek wisata, Gua Kiskendo memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti lahan parkir yang luas, tempat istirahat yang berbentuk pendopo, dan toilet umum. Di gekat gua ini, ada beberapa obyek wisata lain yaitu Gua Sumitro, Gunung Kelir, dan Watu Blencong.