Lava Tour Merapi – Melihat Dari Dekat Sisa-sisa Erupsi Merapi

Lava Tour Merapi – Melihat Dari Dekat Sisa-sisa Erupsi Merapi
Di Yogyakarta ada beberapa obyek wisata alam yang sangat menarik. Apalagi, setelah erupsi gunung Merapi beberapa tahun yang lalu, ada banyak tempat yang menarik untuk dijelajahi di Kaliurang dan sekitarnya. Bagi mereka yang ingin melihat dari dekat tempat yang terkena dampak erupsi paling parah, Dusun Kinahrejo, Sleman, adalah tujuan wisata yang tepat. Di dusun ini, para wisatawan dapat melihat betapa dahsyatnya letusan Merapi beberapa tahun yang lalu. Bahkan, Dusun Kinahrejo bukanlah satu-satunya dusun yang hancur karena letusan Merapi. Ada 25 dusun lainnya yang juga luluh lantak. Beberapa hal yang dapat dilihat di Dusun Kinahrejo antara lain adalah reruntuhan rumah-rumah yang terkena sapuan awan panas, dan lautan pasir bercampur batu. Di pintu masuk menuju ke dusun ini, terpasang foto-foto saat terjadinya erupsi.

Beberapa tempat menarik yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan saat mereka sedang berada di Dusun Kinahrejo antara lain adalah bekas rumah Mbah Maridjan yang sudah rata dengan pasir, dan Masjid Al-Amin yang selamat dari terjangan awan panas. Di depan bekas rumah Mbah Maridjan, para wisatawan dapat membeli kaos dan CD yang isinya tentang letusan Merapi beberapa tahun yang lalu itu. Di warung tersebut juga tersedia berbagai macam souvenir. yang harganya beragam, mulai dari Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 100.000,-. Harga-harga tersebut bukanlah harga pas, jadi para wisatawan harus pandai-pandai menawar.

Para wisatawan tidak perlu membeli tiket untuk masuk ke Dusun Kinahrejo. Tapi, ada retribusi yang harus dibayarkan untuk kendaraan, yaitu sebesar Rp. 7000,- untuk motor dan Rp. 15.000,- untuk mobil. Lalu, ada biaya parkir sebesar Rp. 2.000,- untuk motor dan Rp. 5.000,- sampai dengan Rp. 10.000,- untuk mobil. Para wisatawan tidak diperbolehkan membawa kendaraan mereka sampai ke atas. Di dekat tempat parkir kendaraan untuk pengunjung, ada beberapa pilihan kendaraan yang disewakan, seperti sepeda gunung, jeep, dan motor trail. Para pengunjung juga dapat naik ojek dengan tarif Rp. 10.000,-. Berbagai sarana transportasi yang tersedia disana tarifnya beragam. Ada yang mahal, dan ada juga yang murah. Jadi, siapapun dapat berwisata di lereng merapi. Bagi para wisatawan yang ingin berpetualang, menyewa sepeda gunung atau motor trail adalah pilihan yang tepat.
Mereka yang tertarik untuk melihat dari dekat sisa-sisa erupsi Merapi beberapa tahun yang lalu tidak perlu menjelajah sendiri, karena mereka dapat menyewa mobil Jeep beserta pengemudinya. Mengikuti tour semacam ini jauh lebih nyaman daripada menjelajah sendiri. Selain itu, mengikuti tour semacam ini juga lebih aman karena mereka ditemani oleh pemandu yang sudah sangat menguasai medan. Sepanjang perjalanan, sang pemandu akan menceritakan berbagai hal yang menarik mengenai tempat-tempat yang dikunjungi atau dilewati. Jadi, para wisatawan tidak hanya bisa melihat sisa-sisa erupsi, tapi juga mendengarkan cerita dibalik semua itu.

Kereta-Gantung-di-Pantai-Timang

Kereta Gantung di Pantai Timang

Saat mendengar istilah “kereta gantung,” sebagian besar dari kita akan membayangkan sebuah kereta gantung yang dibuat dengan teknologi modern. Tapi, Kereta Gantung di Pantai Timang bukanlah kereta gantung semacam ini. Kereta gantung yang ada di pantai yang letaknya terpencil ini adalah kereta gantung sederhana yang dibuat dengan peralatan seadanya. Mereka yang berminat untuk naik kereta gantung tradisional ini dapat mengunjungi Pantai Timang. Memang, nama pantai ini terdengar masih asing, dan bahkan warga Yogyakarta pun banyak yang belum pernah mendengarnya. Ini karena Pantai Timang letaknya terpencil, dan memang bukan merupakan pantai yang dibuka untuk para wisatawan. Tapi tentunya, siapapun diperbolehkan untuk mengunjungi pantai ini.
Pantai Timang masuk dalam wilayah Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Mereka yang ingin berkunjung ke Pantai Timang harus rela bersusah payah untuk menemukan pantai yang terpencil ini.

Memang, ada banyak website yang menyediakan informasi mengenai arah ke Pantai Timang. Tapi, tetap saja pantai ini sulit untuk ditemukan. Bahkan, dalam perjalanan, biasanya penduduk yang ditanyai akan memberikan rute yang berbeda-beda, sehingga justru menjadi semakin membingungkan. Selain itu, tidak jarang para penduduk malah melihat dengan pandangan yang agak aneh saat ditanya arah ke Pantai Timang. Mungkin karena pantai ini memang bukan pantai untuk wisata.

Kereta Gantung
wisata ekstrem

Berikut adalah cara yang paling mudah untuk mengunjungi Pantai Timang. Pantai ini letaknya sekitar 4 kilometer dari jalan raya yang menuju ke Pantai Siung. Yang perlu kita lakukan pertama-tama adalah menemukan lapangan bola Desa Purwodadi. Dari sana, kita harus masuk ke arah barat, dan menyusuri jalan yang di cor blok. Kita akan menemukan perempatan Balai Dusun Danggolo. Dari sana, kita harus lurus terus, sampai tiba di jalanan yang kasar dan terbuat dari bebatuan. Kondisi jalan sangat parah, dan licin saat hujan. Karena itulah sebaiknya kita menggunakan kendaraan yang tangguh, baik itu sepeda motor, ataupun mobil dengan ground clearance yang tinggi.

Informasi mengenai Kereta Gantung di Pantai Timang menyebar hanya dari mulut ke mulut. Tapi yang jelas, saat tiba di pantai yang terpencil ini, semua rasa lelah yang timbul selama perjalanan akan hilang. Pemandangan di Pantai Timang sangat indah. Selain itu, karena memang Pantai Timang bukanlah pantai wisata, suasana disana juga sangat tenang. Hal yang paling menarik yang dapat kita temukan di pantai ini tentu saja adalah kereta gantungnya. Sebenarnya, Kereta Gantung di Pantai Timang bukanlah wahana yang disediakan untuk wisatawan, tapi alat yang digunakan oleh penduduk sekitar untuk menyeberang ke sebuah batu karang raksasa di tengah laut, dimana mereka biasa menangkap lobster. Jika kita berminat untuk mencoba menaiki kereta gantung ini, kita bisa menghubungi warga yang berjaga disana. Tarif untuk naik kereta gantung ini Rp. 100.000,- untuk pulang pergi.

Kereta Gantung di Pantai Timang hanya cocok untuk orang-orang yang berjiwa petualang, atau cenderung nekat. Naik kereta gantung yang dibuat dengan alat seadanya, dan ditemani dengan percikan ombak yang besar di bawah, sudah pasti akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Rute Menuju Pantai Timang Gunung Kidul

Perjalanan darat dari kota Yogyakarta ke Pantai Timang memerlukan waktu sekitar 2 jam. Untuk mencapai pantai ini pengunjung akan sedikit mengalami kesulitan karena kurang terdapat papan penunjuk yang memadai. Jarak pantai Timang dari kota Wonosari (Ibukota Kabupaten Gunungkidul) sekitar 35 km. Dari arah Wonosari pengunjung akan melalui jalan arah ke Pantai Baron untuk dapat sampai. Dari pertigaan Mulo pengunjung berbelok dari semula ke arah pantai Baron menjadi ke Pantai Siung hingga menjumpai Pasar Dakbong. Setelah melewati pasar tersebut jalan jalanan mulai berganti dari aspal menjadi jalan tanah berbatu layaknya jalan untuk kompetisi off-road. Penggunaan motor untuk segala medan akan lebih memudahkan perjalanan. Pantai ini diapit oleh pantai-pantai sepanjang pesisir daerah Tepus. Di sebelah barat pantai ini terdapat pantai-pantai yang sejajar dengan Timang diantaranya Pantai Seruni, Pantai Pok Tunggal, dan Pantai Ngetun. Di sebelah timur pantai ini terdapat Pantai Jogan, Pantai Siung, dan Pantai Nglambor

Peta Pantai Timang Gunung Kidul

Mendaki Gunung

Mendaki Gunung Purba Nglanggeran

Mendaki Gunung Purba Nglanggeran, 

Jika Anda ingin melihat indahnya kota Yogyakarta dari ketinggian, Anda dapat berkunjung ke Gunung Purba Nglanggeran. Dari puncak gunung api purba ini, Anda dapat melihat gemerlapnya kota Yogyakarta di malam hari. Selain itu, Anda juga dapat melihat indahnya sunset dan sunrise. Gunung Purba Nglanggeran letaknya sekitar 22 km dari kota Wonosari. Menurut para ahli, gunung ini sekitar 70 juta tahun yang lalu merupakan gunung api yang aktif.

Anda tidak perlu khawatir jika Anda belum berpengalaman dalam mendaki gunung. Mendaki gunung api purba ini hanya memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam saja. Selain itu, di gunung api purba ini, terdapat beberapa alternatif jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jika Anda memang bukan pendaki gunung yang berpengalaman, Anda dapat mengambil salah satu paket wisata yang ditawarkan di gunung api purba ini. Harga paket-paket ini beragam, tapi semuanya sudah termasuk harga tiket, dan jasa seorang pemandu yang akan menemani Anda selama perjalanan ke puncak.

Mendaki Gunung Mendaki Gunung Purba Nglanggeran cukup melelahkan. Tapi, Anda tidak akan merasa terlalu lelah karena selama perjalanan Anda dapat menikmati pemandangan yang indah. Anda dapat melihat hamparan awan di ketinggian, perkampungan warga sekitar, jajaran gunung batu yang indah, serta sawah dan ladang yang hijau. Jika Anda mendaki saat sore atau malam hari, Anda akan dapat menikmati indahnya cahaya bintang dan gemerlapnya lampu di kota Yogyakarta. Jika Anda ingin menyaksikan indahnya sunrise, sebaiknya Anda mendaki puncak timur gunung api purba ini. Tapi sebenarnya, puncak timur Gunung Purba Nglanggeran juga bisa dicapai dengan menggunakan sepeda motor.

Jika Anda ingin pendakian yang lebih menantang, Anda dapat mendaki Gunung Gede. Berbeda dengan puncak timur, Gunung Gede tidak dapat dilewati sepeda motor. Selain itu, di Gunung Gede, semakin ke atas, jalan yang harus Anda lewati semakin terjal. Untuk memudahkan para pendaki, disana terdapat beberapa tali. Yang paling menantang dalam perjalanan Anda kemungkinan adalah Goa Jepang, yang merupakan lorong sempit yang hanya dapat dilewati oleh satu orang saja. Tepat di samping lorong sempit tersebut, terdapat sumber mata air, yang konon airnya berasal dari Telaga Wungu. Saat mendaki Gunung Purba Nglanggeran, Anda tidak perlu membawa bekal makanan seperti saat mendaki gunung-gunung lainnya. Di gunung api purba ini, ada banyak penduduk yang berjualan makanan, dan harganya pun sangat murah.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Gungun Api Purba Nglanggeran

Untuk sampai ke gunung api purba ini, Anda dapat mengikuti jalan aspal dari kota Wonosari ke Bunderan Sambipitu. Kemudian, Anda harus terus ke arah dusun Bobung, dan menuju ke Desa Nglanggeran. Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memasuki kawasan wisata alam ini. Harga tiket masuk hanya Rp. 3000,- saja untuk siang hari, dan Rp. 5.000,- untuk malam hari.

Peta Gunung Api Purba Nglanggeran