Kuliner Pagi Bubur Imogiri

Kuliner Pagi Bubur Imogiri

Yogyakarta adalah tujuan wisata yang pas bagi para wisatawan yang menggemari wisata kuliner. Di kota budaya ini, terdapat banyak tempat makan yang enak, baik itu warung yang sederhana, ataupun restoran yang cukup mewah. Salah satu dari sekian banyak sajian khas Yogyakarta yang tidak boleh dilewatkan adalah Kuliner Pagi Bubur Imogiri. Sajian khas ini dapat dinikmati di daerah Imogiri, yang letaknya di sebelah selatan kota Yogyakarta. Tapi, sajian khas ini bukan disajikan oleh warung makan biasa. Bubur Imogiri dijual di lapangan parkir Kompleks Pemakaman Raja-raja Imogiri, yang merupakan salah satu obyek wisata yang paling terkenal di daerah Yogyakarta.

Sekilas mungkin makan bubur di pelataran kompleks pemakaman terdengar aneh, apalagi bagi mereka yang belum pernah berkunjung ke Imogiri. Di antara begitu banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk makan, kenapa harus ke lapangan parkir sebuah kompleks pemakaman? Sebenarnya jika kita berkunjung kesana, kita tidak akan merasa aneh lagi. Disana, setiap Minggu pagi, banyak orang yang datang tidak hanya untuk menikmati Kuliner Pagi Bubur Imogiri, tapi juga untuk melakukan hal-hal lain seperti lari pagi, bersepeda santai, atau sekedar duduk-duduk sembari menikmati udara pagi yang sejuk. Jadi, sama sekali tidak ada kesan angker seperti pada kompleks pemakaman biasa.

Menikmati Kuliner Pagi Bubur Imogiri benar-benar cara yang sempurna untuk menikmati pagi hari di hari Minggu. Di lapangan parkir kompleks pemakaman ini, ada banyak penjual bubur ayam dan pecel. Tapi, selain bubur ayam sayur sengek plus sambal krecek dan pecel, sebagian besar dari para penjual makanan ini juga menyajikan menu lainnya, seperti lele goreng, opor telur, opor ayam, jenang, dan masih banyak lagi. Para pengunjung dapat menikmati beraneka ragam minuman. Tapi tentunya, yang paling unik dan harus mereka coba adalah wedang uwuh, yang merupakan minuman khas daerah Imogiri. Sekilas memang minuman ini kelihatan aneh, karena di dalamnya terdapat banyak daun-daunan dan bahkan potongan-potongan kayu berukuran kecil. Tapi, minuman ini tidak berbahaya, dan justru menyehatkan. Daun-daunan dan potongan-potongan kayu berukuran kecil yang dicampurkan adalah bahan-bahan yang mengandung berbagai khasiat. Memang sekarang sudah ada banyak wedang uwung yang sudah berbentuk kemasan. Tapi, wedang uwuh di pelataran parkir kompleks pemakaman ini tetap lebih enak.

Kuliner Pagi Bubur Imogiri adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin menikmati berbagai makanan dan minuman yang lezat sembari menikmati pemandangan yang indah dan udara yang segar. Dan seperti tempat-tempat makan lainnya yang ada di daerah Yogyakarta, Kuliner Pagi Bubur Imogiri harganya sangat murah. Walaupun tempat ini relatif jauh dari kota Yogyakarta, tempat ini sangat terkenal. Dan biasanya, ada banyak mobil dengan plat luar kota yang pagi-pagi sudah berkunjung kesana.

Sate Klathak Pak Pong – Sate Kambing yang Unik dan Lezat

Sate klatakDi Yogyakarta, menemukan penjual sate, baik itu sate ayam maupun sate kambing, adalah hal yang sangat mudah. Tapi, menemukan penjual sate yang menyajikan sate yang benar-benar enak bukanlah hal yang mudah. Biasanya, kita harus mencoba membeli sate di beberapa tempat sebelum bisa menemukan yang benar-benar enak. Bagi para penggemar sate kambing, ada satu rumah makan sate kambing yang wajib untuk mereka kunjungi. Mereka tidak perlu khawatir, karena sate kambing yang disajikan di rumah makan ini dijamin enak. Rumah makan sate kambing ini adalah rumah makan Sate Klathak Pak Pong. Letak rumah makan ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Tapi, ini tidak menghalangi para pelanggan untuk sering datang kesana karena rasa satenya yang tidak tertandingi.

Sate Klathak Pak Pong terletak di bagian selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Imogiri. Untuk kesana, kita dapat mengikuti Jalan Imogiri Timur, lalu berbelok ke kanan (ke arah barat) saat sampai di traffic light. Tidak jauh dari persimpangan jalan tersebut, kita akan menemukan warung makan sate klathak ini di sebelah kanan jalan. Biasanya, pada siang hari, areal parkir rumah makan ini dipenuhi oleh mobil. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Walaupun areal parkir penuh, biasanya di dalam rumah makan masih ada tempat duduk yang kosong, karena memang rumah makan ini cukup luas. Tapi yang jelas, saat kondisi ramai, kita harus menunggu antrian yang cukup lama.

Satu hal yang membuat orang-orang penasaran dengan Sate Klathak Pak Pong adalah nama dari sate itu sendiri. Selain itu, biasanya mereka juga penasaran dengan keunikan sate kambing ini. Kata “klathak” konon berasal dari suara saat sate kambing ini sedang dibakar. Sedangkan untuk keunikan sate kambing ini, dapat dilihat saat sate kambing ini dihidangkan di rumah makan Sate Klathak Pak Pong. Biasanya sate dibakar dengan ditusuk menggunakan tusuk sate yang terbuat dari kayu. Tapi sate klathak berbeda, karena dibakar dengan ditusuk menggunakan tusuk sate yang terbuat dari jeruji sepeda. Kenapa harus jeruji sepeda? Menurut penjual sate klathak, ada beberapa keuntungan menggunakan jeruji sepeda. Salah satunya adalah karena jeruji sepeda merupakan penghantar panas yang baik, sehingga daging dapat terbakar dengan sempurna. Dan tentunya, ini sangat mempengaruhi rasa.

Dari segi cara penyajian, Sate Klathak Pak Pong juga berbeda. Sate kambing biasa biasanya setiap porsi terdiri dari 5 tusuk sate atau lebih. Sedangkan sate klathak ini setiap porsi hanya terdiri dari 2 tusuk sate. Tapi, karena ukuran potongan dagingnya besar-besar, 2 tusuk sate sudah cukup banyak. Apalagi, sate kambing yang unik ini disajikan bersama kuah gulai yang sedap. Biasanya orang-orang yang tidak menyukai sate kambing menggunakan tekstur daging kambing yang cenderung alot sebagai alasan. Tapi, sate klathak yang dijual di Sate Klathak Pak Pong berbeda. Sate kambing yang unik ini empuk, jadi sangat mudah untuk dinikmati.

Peta Sate Klathak Pak Pong