klatak

Sate Klathak Pak Pong – Sate Kambing yang Unik dan Lezat

Sate klatakDi Yogyakarta, menemukan penjual sate, baik itu sate ayam maupun sate kambing, adalah hal yang sangat mudah. Tapi, menemukan penjual sate yang menyajikan sate yang benar-benar enak bukanlah hal yang mudah. Biasanya, kita harus mencoba membeli sate di beberapa tempat sebelum bisa menemukan yang benar-benar enak. Bagi para penggemar sate kambing, ada satu rumah makan sate kambing yang wajib untuk mereka kunjungi. Mereka tidak perlu khawatir, karena sate kambing yang disajikan di rumah makan ini dijamin enak. Rumah makan sate kambing ini adalah rumah makan Sate Klathak Pak Pong. Letak rumah makan ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Tapi, ini tidak menghalangi para pelanggan untuk sering datang kesana karena rasa satenya yang tidak tertandingi.

Sate Klathak Pak Pong terletak di bagian selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Imogiri. Untuk kesana, kita dapat mengikuti Jalan Imogiri Timur, lalu berbelok ke kanan (ke arah barat) saat sampai di traffic light. Tidak jauh dari persimpangan jalan tersebut, kita akan menemukan warung makan sate klathak ini di sebelah kanan jalan. Biasanya, pada siang hari, areal parkir rumah makan ini dipenuhi oleh mobil. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Walaupun areal parkir penuh, biasanya di dalam rumah makan masih ada tempat duduk yang kosong, karena memang rumah makan ini cukup luas. Tapi yang jelas, saat kondisi ramai, kita harus menunggu antrian yang cukup lama.

Satu hal yang membuat orang-orang penasaran dengan Sate Klathak Pak Pong adalah nama dari sate itu sendiri. Selain itu, biasanya mereka juga penasaran dengan keunikan sate kambing ini. Kata “klathak” konon berasal dari suara saat sate kambing ini sedang dibakar. Sedangkan untuk keunikan sate kambing ini, dapat dilihat saat sate kambing ini dihidangkan di rumah makan Sate Klathak Pak Pong. Biasanya sate dibakar dengan ditusuk menggunakan tusuk sate yang terbuat dari kayu. Tapi sate klathak berbeda, karena dibakar dengan ditusuk menggunakan tusuk sate yang terbuat dari jeruji sepeda. Kenapa harus jeruji sepeda? Menurut penjual sate klathak, ada beberapa keuntungan menggunakan jeruji sepeda. Salah satunya adalah karena jeruji sepeda merupakan penghantar panas yang baik, sehingga daging dapat terbakar dengan sempurna. Dan tentunya, ini sangat mempengaruhi rasa.

Baca!  Kuliner Pagi Bubur Imogiri

Dari segi cara penyajian, Sate Klathak Pak Pong juga berbeda. Sate kambing biasa biasanya setiap porsi terdiri dari 5 tusuk sate atau lebih. Sedangkan sate klathak ini setiap porsi hanya terdiri dari 2 tusuk sate. Tapi, karena ukuran potongan dagingnya besar-besar, 2 tusuk sate sudah cukup banyak. Apalagi, sate kambing yang unik ini disajikan bersama kuah gulai yang sedap. Biasanya orang-orang yang tidak menyukai sate kambing menggunakan tekstur daging kambing yang cenderung alot sebagai alasan. Tapi, sate klathak yang dijual di Sate Klathak Pak Pong berbeda. Sate kambing yang unik ini empuk, jadi sangat mudah untuk dinikmati.

Peta Sate Klathak Pak Pong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *