Pura Pakualaman, Kraton ‘Muda’ AB 2

Bicara mengenai Kraton di Jogja, pastilah kita akan spontan menyebut kraton Kasultanan Yogyakarta yang didiami oleh Keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono selaku pemangku jabatan sebagai raja di Daerah Istimewa Yogkarta. Padahal selain kraton tersebut, ada satu lagi kraton yang “terlupakan” yaitu Pura Pakualaman. Dari kraton Kasultanan, pura ini berjarak lebih kurang 2.5 km ke arah timur dan dipimpin oleh Paku Alam.

Semula, Pakualaman selain merupakan centra pemerintahan Paku Alam juga merupakan pihak yang mengurusi raja dan keluarga kerajaan tepatnya saat Yogyakarta masih berbentuk negara dan belum berubah menjadi daerah istimewa seperti saat ini. Namun sekarang Pakualaman telah beralih fungsi menjadi lembaga pemangku adat Jawa khususnya gaya Pakualaman yang berfungsi menjaga dan melindungi tradisi Jawa. Tidak heran jika saat berkunjung ke lokasi ini Anda akan merasakan suasana Jawa yang sangat kental.

Deskripsi Pura Pakualaman

Source by: panoramio
Source by: panoramio

Hasil budaya di Yogyakarta tidak hanya estetis saja tetapi juga sarat akan filosofi Jawa Kuno. Jika Kraton Kasultanan Yogyakarta menghadap ke arah Gunung Merapi di sebelah utara, pura Pakualaman didesain menghadap ke selatan yang merupakan simbol penghormatan kepada Kraton Kasultanan yang lebih dahulu berdiri.

Secara ukuran, dibandingkan dengan kraton Kasultanan, Pura Pakualaman berukuran lebih kecil dan tentunya lebih sederhana. Setelah memasuki gerbang pura, Anda akan disambut dengan lapangan yang rimbun oleh pohon beringin. Lapangan ini setiap sore tidak pernah sepi oleh para pedagang kaki lima yang mengundang warga Jogja untuk nongkrong sambil menyantap kuliner khas Jogja seperti “sego kucing” dan “nasi gudeg”.

Apa Saja yang Bisa Ditemui di Pura Pakualaman?

Source by: Kukuhkita
Source by: Kukuhkita
  1. Setelah sampai di kawasan Pura, taman indah beserta kolam yang dipenuhi bunga teratai akan menyambut kedatangan Anda. Saat melihat pemandangan tersebut, Anda akan merasakan ketenangan dan kesejukan yang tiada duanya.
  2. Tepatnya di belakang kolam, ada bangsal yang dinamai Bangsal Sewotomo. Bangsal ini dipakai untuk menyimpan seperangkat gamelan Kebogiro yang dimainkan khususnya pada hari Minggu Pon. Permainan gamelan ini membuat Pura Pakualaman lebih ramai pengunjung tepatnya pada hari Minggu Pon. Sensasi Jawa dan Jogjanya khas banget pada hari ini. Bagaimana tidak, Pura Pakualaman memiliki tata bangun yang Jawa banget. Para wisatawan bisa menyaksikan para penabuh gamelan dengan baju lurik dan blangkonnya sedang asyik menggaungkan tradisi Jawa lewat suara gamelan.
  3. Jika Anda tertarik study sejarah atau punya kuriusitas lebih dalam dunia sejarah dan budaya, Anda bisa mengunjungi kompleks perpustakaan di Pura Pakualaman. Di perpustakaan ini ada banyak sekali naskah sejarah dan karya sastra mengenai Pakualaman yang disimpan sebagai dokumentasi. Selain itu, ada pula museum yang dipakai untuk menyimpan atribut kerajaan, dokumen-dokumen penting, foto, silsilah keluarga, koleksi senjata dan juga koleksi busana. Beberapa koleksi yang menarik pengunjung dan para pembelajar adalah adanya terjemahan perjanjian politik mengenai berdirinya kadipaten Pakualaman, singgasana KGPA Paku Alam I, Song song Bharad dan Song Song Tunggal Naga yang merupakan payung kebesaran Paku Alam. Ada pula senjata trisula, tombak dan kereta kuda yang merupakan kendaraan pangeran Paku Alam.
  4. Tempat lain yang bisa Anda kunjungi di Pura Pakualaman adalah gedung Maerakaca, bangsal Sewarengga, Dalem Ageng Proboyekso dengan suasana yang khas Jawa.
Baca!  Paket Tour Wisata Jogja Pacitan
Source by: dreamgedejogja
Source by: dreamgedejogja

Rute Menuju Pura Pakualaman

Untuk menemukan lokasi bersejarah ini, caranya cukup mudah. Dari kawasan titik nol, pura ini berjarak sekitar 2 kilometer. Tepatnya berada di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta. Dari Kawasan Malioboro atau dari titik nol, Anda bisa sampai di tempat ini dengan naik becak, andong, trans Jogja, bus kota jalur 4 yang cukup mudah didapatkan dan tersedia dengan harga terjangkau.

Jam buka

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Pura Pakualaman dan menikmati keindahan istana ini, Anda tidak perlu membayar tiket masuk. Tempat ini free bagi wisatawan asing dan domestik. Setiap hari Pura ini buka dari jam 08.00 sampai dengan 17.00. Sedangkan jika berminat mengunjungi museum, Anda tidak bisa datang di sembarang hari sebab museum hanya akan dibuka pada hari minggu, selasa dan kamis dari jam 09.00 hingga 13.30 WIB.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *