Pantai Jogan: Gabungan Antara Pantai dan Air Terjun

Pantai mana yang terbersit ingin anda kunjungi ketika berkunjung ke Jogjakarta? Hmmm, pantai Parang Tritis? Ya, pantai itu seakan-akan menjadi ikon kota Jogja. Tapi seiring banyak dibukanya kawasan wisata pantai-pantai baru, maka tak heran jika ikon pantai Jogja ini bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan wisata pantai ketika anda berkunjung ke kota gudeg ini. Salah satu daerah yang sedang gencar-gencarnya membuka obyek-obyek wisata baru adalah Kabupaten GunungKidul.

Salah satu obyek wisata yang ditawarkan daerah ini adalah Pantai Jogan. Pantai yang eksotis ini berlokasi di Desa Tepus, Gunung Kidul. Lokasi pantainya sendiri sebenarnya bersebelahan dengan pantai Siung yang sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk mencapai pantai ini, anda memerlukan waktu sekitar dua jam perjalanan dari kota Jogja. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi banyaknya karst yaitu perbukitan sisa dari lautan jutaan tahun yang lalu. Tidak usah khawatir, karena sepanjang perjalanan anda akan melihat berbagai pemandangan alam nan elok sekaligus jalanan aspal nan mulus. Jika anda sudah berada di Pos Retribusi Pantai Siung, itu tandanya sebentar lagi anda akan sampai ke Pantai Jogan. Sekitar 400 meter dari pos tersebut, akan anda temui papan petunjuk yang terbuat dari kayu bertuliskan Pantai Jogan.
Setelah sampai pintu masuk menuju Pantai Jogan, sekarang giliran jalan setapak berbatu yang menemani perjalanan anda menuju bibir Pantai Jogan. Disarankan agar anda yang membawa kendaraan roda empat untuk memarkir kendaraan sebelum jalan berbatu jika tidak mau mengambil resiko jalan terjal, apalagi untuk mobil berjenis sedan. Tapi tidak usah terlalu berkecil hati, karena di sisi kiri anda ada dua buah sungai kecil yang mengalir yang nantinya akan menyatu menjadi air terjun di Pantai Jogan tersebut. Jadi, anda tidak akan kecewa karena keindahan yang dapat dinikmati sepadan dengan beratnya medan. Sayangnya, kelokan aliran dua buah sungai itu akan terlihat ketika musim penghujan tiba. Sedangkan saat musim kemarau tiba, kelokan sungai hanya akan berisi debit air yang sangat kecil ditambah lagi berbagai aktivitas warga yang banyak menyedot debit air dari sungai ini.

Baca!  Pantai Gesing, Pantai Nelayan yang Memanjakan

Ketika sampai di pantai tujuan anda ini, pemandangan yang sangat mempesona langsung ada di depan anda. Ada beberapa batuan terjal yang terbentuk sedemikian rupa dengan akhir aliran sungai yang menyatu (yang anda lihat di sisi kiri sepanjang perjalanan anda tadi) dan membentuk air terjun. Jika anda ingin menikmati guyuran air dari atas tebing, anda harus turun ke bawah. Ada dua cara untuk turun, pertama dengan tehnik canyoning alias rappeling di air terjun. Kedua, anda harus menapaki turunan licin yang basah. Untunglah tersedia kayu-kayu pegangan sebagai penopang tubuh. Nah, di sini juga anda harus ekstra hati-hati jika tak ingin mengambil resiko.

Setelah melewati bebatuan licin dan curam ternyata anda masih mempunyai sedikit tantangan lagi, yaitu melewati ribuan bayi kepiting berwarna transparan yang berukuran lebih kurang 5mm. Nah, di spot inilah anda bisa mengabadikan beberapa foto bila anda termasuk seseorang yang menyukai obyek hewan-hewan yang hidup di alam.

Yang tak kalah indahnya dari pemandangan di pantai ini adalah sebuah pantai, namun ada groJOGAN air (grojogan) yang berarti guyuran atau percikan air dalam jumlah banyak dalam Bahasa Indonesia. Pantaslah pantai ini disebut dengan pantai Jogan. Bersantailah sejenak disana karena keindahan akan semakin bertambah ketika matahari mulai tenggelam. Selamat berwisata alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *