Misteri 7 Keluarga Penghuni Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran memang memiliki daya tarik bagi wisata yang ingin menikmati pemandangan dari ketinggian, selain itu di area sekitarnya pun terdapat Embung Nglanggeran yang berfungsi sebagai kolam penampungan air hujan yang nantinya akan dialirkan untuk keperluan warga sekitar. Letak embung yang berada di atas pebukitan itulah yang menjadi daya tarik wisatawan ke lokasi ini. Terlepas dari keindahan dan objek wisatanya, Gungung Api Purba Nglanggeran memiliki kisah misteri yang banyak orang tidak ketahui. Sebuah pemukiman yang hanya di isi oleh 7 Kepala Keluarga, tepatnya berada di Tlogo Mardidho, Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk. Tepat di puncak Gunung Nglanggeran ke 7 Keluarga ini melakukan aktifitas sehari – hari layaknya masyarakat pada umumnya.

Sumber Gbr: Liputan6
Sumber Gbr: Liputan6

Misteri Kepala Keluarga (KK) yang hanya berjumlah 7 ini bermula dari seringnya terjadi kematian pada warga ke 8 yang berusaha menetap di desa setempat. Begitupun dengan sebaliknya, jika penduduk di dusun tersebut kurang dari 7 KK maka sisa keluarga akan sering diserang penyakit hingga mengakibatkan kematiaan. Dari situlah di percaya bahwa dusun tersebut memang hanya boleh di dihuni oleh 7 KK tak kurang dan tak lebih. Lalu bagaimana nasib keluarga yang anaknya menikah dan memiliki keluarga baru? Maka salah satu harus mengalah untuk keluar dari dusun tersebut, bisa sang anak atau orang tuannya. Yang sudah terjadi adalah sang anak mengalah untuk pindah ke dusun yang tidak jauh dari situ, atau tepat di bawah lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

Sumber Gbr: NKRItoday
Sumber Gbr: NKRItoday

Kehidupan di Dusun Nglanggeran Wetan tidak berbeda jauh dengan penduduk di dusun sekitarnya, mereka tetap berkomunikasi dengan warga lainnya dan saling berkunjung serta menerima tamu yang datang. Mata pencaharian dari warga di dusun ini rata – rata bercocok tanam atau bertani. Untuk kegiatan bermasyarakat dan struktur kelembagaannya juga tidak berbeda dengan yang lain, seperti adanya kegiatan kerja bakti setiap Minggu Legi, Kumpulan RT dan lain sebagainya. Kedekatan warga Tlogo Mardidho dengan penduduk di dusun sekitarnya juga terjalin dengan baik, ini bisa dilihat dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan setiap Minggu Legi. Luas Tlogo Mardidho yang kurang lebih 10 Ha membuat warga serta sanak saudara dari dusun tetangga berbondong – bondong datang untuk membantu kegiatan bersih – bersih di Tlogo Mardidho.

Baca!  Mengunjungi Candi Sambisari di Kalasan
Sumber Gbr: kalisongku
Sumber Gbr: kalisongku

Lokasi & Harga Tiket Masuk Tlogo Mardidho

Untuk menuju ke Tlogo Mardidho cukup mudah, jika anda datang dari arah kota Jogja langsung saja menuju lokasi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Sesampainya di lokasi anda bisa bertanya pada warga sekitar jalan menuju Tlogo Mardidho, meskipun lokasinya berada di atas puncak namun akses ke lokasi tersebut bisa di lalui dengan kendaraan bermotor, karena pemkab setempat sudah membuat jalan permanen untuk mempermudah akses warga. Selama perjalanan ke Tlogo Mardidho anda akan disambut bebatuan besar sisa lava jutaan tahun yang lalu. Sesampainya di Tlogo Mardidho anda akan menjumpai beberapa rumah yang saling berdempetan. Warga setempat pun sudah terbiasa didatangi wisatawan yang penasaran dengan kisah 7 KK di puncak gunung ini sehinggaanda akan disambut dengan ramah.

Peta Tlogo Mardidho (Kampung 7 KK yang menempati puncak Gunung Api Purba Nglanggeran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *