Source by: evangepeng

Pantai Kesirat, Menikmati Indahnya Laut Selatan Dari Atas Bukit

Merasakan sensasi baru dalam menikmati keindahan laut di atas perbukitan tentunya merupakan pengalaman yang perlu anda coba. Berada di kawasan Gunungkidul salah satu pantai tak berpasir ini perlu anda sambangi ketika anda berlibur ke Jogjakarta. Pantai Kesirat atau Gesirat merupakan destinasi wisata yang masih belum banyak diketahui para wisatawan, sehingga anda dapat dengan leluasa menikmati pemandangan indahnya laut di atas bukit tanpa ada yang mengganggu layaknya pantai milik pribadi. (more…)

Pantai Gesing, Pantai Nelayan yang Memanjakan

Pantai Gesing merupakan salah satu pantai nelayan di Gunung Kidul, jadi tidak heran jika pantai ini dipenuhi oleh  perahu – perahu yang terparkir di bibir pantai. Barisan perahu yang cantik tidak jarang menjadi sarana foto – foto bagi pengunjung di Pantai Gesing. Berpasir putih dengan air yang jernih dan ombak yang kecil. Ciri khas dari pantai ini terdapat pada 2 karang besar yang mengapit pantai. Bagi yang gemar memancing, Pantai ini sudah terkenal dengan spot – spot nya yang mantab. Dari atas bukit batu karang yang berbatasan lansgung dengan laut selatan inilah biasanya para pemancing mengayun joran. Pantai ini memang kalah pamor dibandingkan dengan pantai Indrayanti, Baron, Siung, Wediombo dll. Namun yang pasti pantai ini tidak kalah cantik dengan pantai – pantai yang sudah jauh eksis sebelumnya.

(more…)

Pantai Ngelambor, Indahnya ‘Aquarium’ Bawah Laut

Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat pantai selatan pulau jawa memiliki karateristik ombak yang besar, sehingga tidak jarang pengunjung menemukan peringatan dilarang mandi di hampir semua pantai yang ada di selatan pulau jawa. Namun itu tidak berlaku di pantai yang satu ini. Pantai Nglabor yang terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul ini aman dari ombak khas laut selatan. Pantai Nglambor di kelilingi oleh dua bukit kapur yang mempesona. Dan dilindungi oleh 2 karang besar berada tepat di depan bibir pantai yang berbentuk seperti sepasang kura – kura dan warga sekitar menyebutnya dengan Watu Kalong dan Watu Kuntul.

(more…)

Pantai Greweng, Rute Trekking yang Amazing

Keseruan mengunjungi wisata pantai di Gunung Kidul tidak hanya karena hamparan pasir putihnya atau biru lautnya, namun ada spot lain yang menjadi daya tarik. Seperti di Pantai Siung yang terkenal akan keindahan tebingnya, begitu juga di pantai yang satu ini, untuk sebagian orang atau pecinta treking Pantai Greweng adalah primadonanyadi sepanjang pantai Gunung Kidul. Letaknya bersebelahan dengan Pantai Wediombo, namun untuk menuju ke Pantai ini pengunjung masih harus berjalan kurang lebih 3 KM. Disinilah letak keseruan dari Pantai Greweng, selama perjalanan dari tempat parkir hingga bibir pantai akan banyak pemandangan alam yg tentu tidak kalah indah dari pantainya sendiri.

(more…)

Pantai Depok, Surganya Penggemar Seafood di Yoryakarta

Pantai Depok, namanya mungkin tidak setenar pantai – pantai pasir putih di daerah Gunung Kidul. Namun sebenarnya banyak keunikan dan potensi wisata di pantai berpasir hitam ini. Terletak di wilayah pantai selatan tepatnya di sebelah barat Pantai Parangtritis, pantai ini memiliki beberapa spot menarik untuk dikunjungi dan befoto – foto. Diantaranya seperti Gumuk Pasir, Landasan Pacu, Pasar Ikan Modern, dan untuk pecinta kuliner terutama berbahan dasar seafood, Pantai Depok adalah surganya. Mulai dari harga yang murah dan rasa yang lezat bisa dinikmati di warung-warung permanen sepanjang bibir pantai. (more…)

Pantai Jogan: Gabungan Antara Pantai dan Air Terjun

Pantai mana yang terbersit ingin anda kunjungi ketika berkunjung ke Jogjakarta? Hmmm, pantai Parang Tritis? Ya, pantai itu seakan-akan menjadi ikon kota Jogja. Tapi seiring banyak dibukanya kawasan wisata pantai-pantai baru, maka tak heran jika ikon pantai Jogja ini bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan wisata pantai ketika anda berkunjung ke kota gudeg ini. Salah satu daerah yang sedang gencar-gencarnya membuka obyek-obyek wisata baru adalah Kabupaten GunungKidul.

(more…)

gumuk pasir

Berkunjung ke Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo

Berkunjung ke Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo

Biasanya, orang-orang yang berkunjung ke daerah pantai ingin menikmati pemandangan pantai yang indah. Tapi, pemandangan pantai yang indah bukanlah satu-satunya hal yang dapat dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Disana, terdapat Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo. Sekilas memang daerah tersebut tampak seperti daerah dengan hamparan pasir biasa. Tapi, sebenarnya gumuk pasir ini bukanlah hamparan pasir pantai biasa. Bahkan, menurut para ahli, sebenarnya gumuk pasir tersebut adalah gumuk pasir yang paling lengkap di Indonesia, atau bahkan mungkin di dunia. Jadi, tidak heran jika gumuk pasir tersebut sering didatangi oleh para peneliti.

Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo sangat menarik untuk dikunjungi, tidak hanya bagi orang-orang yang ingin melakukan penelitian, tapi juga bagi orang-orang biasa. Biasanya, ada cukup banyak wisatawan yang datang ke gumuk pasir tersebut untuk melakukan pengambilan foto. Memang, pemandangan hamparan pasir yang ada disana sangat menarik, dan dapat menjadi latar belakang foto yang indah. Kawasan ini cocok untuk pengambilan foto untuk pre-wedding, foto model, dan yang lainnya. Biasanya, orang-orang yang datang untuk pengambilan foto datang pada saat pagi atau sore hari. Selain itu, karena menemukan hamparan pasir yang luas seperti di gumuk pasir ini tidak mudah, tempat tersebut seringkali digunakan untuk shooting film, baik film lokal, maupun film internasional yang membutuhkan setting di gurun pasir. Terkadang, gumuk pasir ini juga digunakan sebagai tempat shooting video clip.

Fenomena gumuk pasir sebenarnya merupakan hal yang sangat langka. Apalagi, gumuk pasir ini terbentuk di tempat yang curah hujannya tinggi. Jadi, tidak heran jika gumuk pasir ini dijadikan sebagai laboratorium alam. Selain itu, disana juga dibangun Museum Geospasial Gumuk Pasir. Di Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo terdapat berbagai tipe gumuk pasir, seperti lingkaran, tapal kuda, parabola, dan masih banyak lagi. Menurut para ahli, pembentukan Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo memakan waktu ribuan tahun. Pasir yang ada di gumuk pasir tersebut berasal dari material vulkanik Gunung Merapi. Arus sungai membawa material vulkanik dari Gunung Merapi sampai ke muara. Kemudian, ombak samudera menghantamnya hingga ke daratan.

Lokasi Gumuk Pasir Parangtritis/Parangkusumo cukup mudah untuk ditemukan. Letak gumuk pasir ini tidak jauh dari Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Cara termudah untuk menemukan lokasi gumuk pasir ini adalah dengan mencari penginapan bernama Losmen Asoka terlebih dahulu. Dari sana, kita tinggal berbelok ke kanan dan lurus terus, dan kita akan sampai di gumuk pasir. Jalan menuju gumuk pasir ini sudah beraspal, jadi perjalanan terasa nyaman. Waktu terbaik untuk berkunjung ke gumuk pasir yang unik ini adalah pada pagi atau sore hari. Jika kita datang pada siang hari, kita harus merasakan panasnya sinar matahari.

Panjat Tebing di Pantai Siung

Panjat Tebing di Pantai Siung

Panjat Tebing di Pantai SiungBiasanya orang-orang yang berkunjung ke sebuah pantai bermaksud untuk menikmati pemandangan pantai yang indah. Tapi, banyak orang yang berkunjung ke Pantai Siung yang tujuannya bukan untuk sekedar menikmati pemandangan. Pantai Siung memang berbeda dengan pantai-pantai lain di Gunungkidul. Pantai yang dari pusat kota Yogyakarta jaraknya sekitar 70 kilometer ini dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, yang tentunya sangat menarik bagi para penggemar olahraga panjat tebing. Di daerah ini terdapat 250 jalur panjat tebing yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jadi, Panjat Tebing di Pantai Siung dapat dilakukan baik oleh para pemanjat tebing yang belum berpengalaman, maupun para pemanjat tebing yang memang sudah ahli.

Jarak sejauh sekitar 70 kilometer dari kota Yogyakarta ke Pantai Siung dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam jika menggunakan kendaraan pribadi. Jika menggunakan kendaraan umum, perjalanan akan menjadi jauh lebih lama karena tidak banyak kendaraan umum yang menuju kesana. Selain itu, tentunya membawa berbagai macam perlengkapan panjat tebing saat naik kendaraan umum sangat merepotkan. Karena Pantai Siung segaris dengan pantai-pantai lain yang terkenal, seperti Baron dan Sundak, menemukan pantai ini bukanlah hal yang sulit. Tersedia banyak papan penunjuk jalan menuju ke pantai-pantai tersebut. Pantai Siung menawarkan pemandangan pantai yang sangat indah. Menurut penduduk setempat, nama Pantai Siung diambil dari sebuah batu karang di pantai tersebut yang letaknya menjorok ke lautan. Bentuk batu karang tersebut seperti siung atau gigi kera. Uniknya, di pantai yang indah ini juga seringkali muncul kera-kera berekor panjang dari puncak tebing. Jadi, tampaknya memang Pantai Siung adalah nama yang sangat pas untuk pantai ini.

pantai tebing siung yogyakarta 2

Tebing-tebing yang ada di Pantai Siung tingginya sekitar 15 meter. Para pecinta panjat tebing yang berkunjung ke pantai ini dapat memilih satu dari 250  jalur panjat tebing yang sesuai dengan tingkat keterampilan mereka. Jalur-jalur yang ada dibagi menjadi beberapa blok, yaitu aid climbing, free climbing, dan artificial. Di pantai ini, biasanya para pecinta panjat tebing yang ingin menikmati pemandangan yang indah memilih jalur yang bernama Jalur Kuda Laut. Waktu yang paling tepat untuk memanjat tebing di pantai ini adalah pada sore hari.  Pada saat itulah, para pemanjat dapat menikmati indahnya perubahan warna langit dari sore ke malam.

Sebenarnya olahraga panjat tebing lah yang membuat Pantai Siung menjadi terkenal dan banyak dikunjungi orang. Dulu, sebelum tebing di pantai ini digunakan untuk olahraga panjat tebing, pantai ini sepi dan terkesan kumuh. Tapi sekarang, keadaan Pantai Siung sudah jauh berubah. Sekarang fasilitas yang ada di pantai ini cukup memadai, dan tersedia pondok berkapasitas 12-15 orang yang dapat digunakan sebagai tempat untuk bermalam.

pantai-indrayani

Pantai Indrayanti

 

pantai indrayani
pantai indrayani

Pantai Indrayanti | saat ini menjadi salah satu pantai terkenal di Gunung Kidul. Pantai in menarik karena mempunyai garis pantai dengan paris putih yang menawan. Sejauh mata memandang pasir putih dan bersih menghampar. Boleh dibilang diantara deretan pantai lain di Gunung Kidul, Indrayanti adalah salah satu yang terindah.

Taukah anda bahwa Pantai Indrayanti bernama Pantai Pulang Syawal aslinya. Sebenarnya Indrayanti bukanlah nama pantai, tapi nama pemilik cafe dan restoran. Akan tetapi nama Indrayanti lebih terkenal dari pada Pantai Pulang Syawal.

Pantai Indrayanti berdekatan dengan pantai lain seperti Baron, Krakal dan Kukup. Tiket masuk dapat menggunakan tiket terusan yang diperoleh di TPR.

Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang menghadap ke pantai ini. Pada malam hari, gazebo-gazebo yang ada di bibir pantai akan terlihat cantik karena diterangi kerlip sinar lampu. Menikmati makan malam di cafe ini ditemani desau angin dan alunan debur ombak akan menjadi pengalaman romantis yang tak terlupa.

Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontraversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Usai menikmati sepiring nasi goreng dan es kelapa muda di gazebo, kami beranjak menuju bukit di sisi timur. Berhubung tidak ada jalan, menerobos semak dan perdu sembari memanjat karang pun menjadi pilihan. Sesampainya di atas bukit pemandangan laut yang bebatasan dengan Samudra Hindia terhampar. Beberapa burung terbang sambil membawa ilalang untuk membangun sarang. Suara debur ombak dan desau angin berpadu menciptakan orkestra yang indah dan menenangkan. Kami pun melayangkan pandangan ke arah barat. Beberapa pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit terlihat berjajar, gazebo dan rumah panggung terlihat kecil, sedangkan orang-orang laksana liliput. Saat senja menjelang, tempat ini akan menjadi spot yang bagus untuk menyaksikan mentari yang kembali ke peraduannya. Sayang rombongan harus bergegas pulang. Meski tidak sempat menyaksikan senja yang indah, pesona Pantai Indrayanti telah terpatri di hati.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Pantai Indrayanti

Jika berangkat dari kota Yogyakarta anda bisa melewati Wonosari, kita harus mengambil arah lurus menuju ke Bunderan Siyon. Kita bisa memilih melewati pusat kota dengan berjalan lurus atau mengambil rute Ring Road di arah kanan.Dari pertigaan Mulo ini ambil yang ke arah Kiri yaitu ke arah Tepus atau Jepitu. Dusun atau desa yang dilewati adalah Mentel, Sidoharjo/Bintaos (ada kantor Kecamatan Tepus atau swalayan Halaga) terus saja sampai pertigaan desa Tepus – ambil yang ke arah kanan kepantai Indrayanti. Tarif ke Pantai ini sebesar Rp 10.000.

Peta Pantai Indrayanti