Source by: triptus

Pura Pakualaman, Kraton ‘Muda’ AB 2

Bicara mengenai Kraton di Jogja, pastilah kita akan spontan menyebut kraton Kasultanan Yogyakarta yang didiami oleh Keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono selaku pemangku jabatan sebagai raja di Daerah Istimewa Yogkarta. Padahal selain kraton tersebut, ada satu lagi kraton yang “terlupakan” yaitu Pura Pakualaman. Dari kraton Kasultanan, pura ini berjarak lebih kurang 2.5 km ke arah timur dan dipimpin oleh Paku Alam. (more…)

Sumber Gbr: foevah

Goa Selarong, Kisah Mistis Goa Yang Tak Tersentuh Belanda

Di beberapa sekolah dasar yang ada di Yogyakarta menjadikan tempat yang satu ini sebagai lokasi study dan pengenalan sejarah bagaimana hebatnya perjuangan Pangeran Diponegoro. Gua Selarong adalah gua bermuatan sejarah yang berlokasi di Dukuh Kembangputihan, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. Gua yang terbentuk di perbukitan batu cadas ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830) melawan tentara Hindia Belanda. Pangeran Diponegoro pindah ke gua ini setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.

(more…)

Museum HM Soeharto, Mengenal Sejarah Sang Penguasa Orde Baru

Sumber Gbr: rumahdijual
Sumber Gbr: rumahdijual

Belakangan banyak perdebatan masalah layak atau tidaknya Mantan Presiden RI yang ke 2 diberi gelar Pahlawan. Sebelum pembahasan lebih dalam mengenai pantas atau tidaknya, ada baiknya kita menelisik sejarah tentang sang Presiden melalui sebuah museum yang terletak di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pertama memasuki museum Soeharto Jogja ini, kita akan disambut oleh patung Pak harto yang berdiri tegak hasil karya Edhi Sunarso. Pada bagian bawah patung terdapat prasasti yang berisi keterangan lahir, wafat dan makam pak harto. Selain prasasi itu, ada juga prasasti peresmian yang ditandatangi pada 8 Juni 2013 oleh kedua pendiri museum ini. Jika kita memasuki pendopo  yang ada dibelakang patung, kita akan menemukan mutimedia yang berisi perjuangan beliau serta buku elektronik dan patung setengah badan disebelahnya.

(more…)

Museum Dirgantara Yogyakarta

Museum Dirgantara Yogyakarta

Para wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta tidak akan pernah kehabisan obyek wisata untuk dikunjungi. Di kota ini ada banyak sekali obyek wisata dengan tema yang berbeda-beda. Bagi mereka yang tertarik dengan dunia penerbangan, Museum Dirgantara Yogyakarta adalah obyek wisata yang tepat. Sesuai dengan namanya, museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan kedirgantaraan. Tapi, bukan hanya benda-benda berukuran kecil saja yang tersimpan disana. Di dalam museum tersebut tersimpan banyak pesawat yang tentunya sangat menarik untuk diamati. Sekitar 40 pesawat dari berbagai negara ada disana. Museum tersebut juga memamerkan koleksi alutsista yang terdiri dari rudal dan berbagai persenjataan. Karena itulah, tidak heran jika area yang ditempati oleh museum ini sangat luas, sekitar 5 hektar, dengan bangunan yang luas totalnya sekitar 7600 m2. Bangunan di museum ini terbagi menjadi Ruang Utama, Ruang Kronologi I dan II, Ruang Alutsista, Ruang Paskhas (Pasukan Khas TNI Angkatan Udara), Ruang Diorama, dan Ruang Minat Dirgantara.

(more…)

Museum Ullen Sentalu – Museum Dengan Arsitektur Gothic

Museum Ullen Sentalu – Museum Dengan Arsitektur Gothic

Museum Ullen Sentalu, Old Javanese ColonialBanyak orang yang berpikir bahwa mengunjungi sebuah museum adalah hal yang membosankan. Padahal, itu tergantung museum mana yang mereka kunjungi. Para wisatawan yang berkunjung ke Museum Ullen Sentalu tidak akan merasa bosan karena museum ini adalah museum yang unik. Dilihat dari namanya saja, museum ini sudah unik. Kata Ullen Sentalu merupakan singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku.” Kalimat ini memiliki arti “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.” Blencong adalah lampu minyak yang biasa dipergunakan dalam pertunjukan wayang kulit. Cahaya dari lampu minyak ini diumpamakan sebagai cahaya yang selalu menerangi perjalanan hidup kita, dan mengarahkan kita.

Dari segi desain, Museum Ullen Sentalu memiliki arsitektur gothic. Dari luar, museum ini tampak seperti sebuah istana kuno di Eropa. Tapi, isi dari museum ini semuanya tentang kebudayaan masyarakat Jawa pada jaman dahulu. Beberapa jenis koleksi museum yang unik ini antara lain adalah kain batik dengan berbagai corak yang indah, foto-foto dan lukisan-lukisan tentang tokoh dan budaya Jawa, dan masih banyak lagi. Seperti museum-museum lain, Museum Ullen Sentalu memiliki beberapa ruang, yang masing-masing seakan-akan merekam kejadian-kejadian di masa lalu. Tapi memang, di museum yang unik ini, kejadian-kejadian yang direkam adalah yang berhubungan dengan para bangsawan di Kasunanan Surakarta, Istana Mangkunegaran Surakarta, Puro Pakualaman Yogyakarta, dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Museum Ullen Sentalu 2

Sebenarnya Museum Ullen Sentalu sudah dirintis sejak tahun 1994. Tapi, museum ini baru diresmikan pada tahun 1997. Letak museum yang unik ini di Jalan Boyong, Kaliurang. Jadi, museum ini terletak di tempat yang sangat strategis, karena kawasan Kaliurang adalah salah satu tujuan wisata favorit di Yogyakarta. Tapi, berbeda dengan sebagian besar museum yang ada di Indonesia, museum yang unik ini benar-benar dibangun di lahan yang kosong, bukan menempati bangunan yang merupakan bangunan bersejarah. Tapi, lokasi yang dipilih untuk membangun museum ini bukanlah lokasi yang dipilih secara asal-asalan. Taman Kaswargan, tempat dimana museum ini dibangun, masih dalam wilayah yang sama dengan Wisma Kaliurang, yang merupakan tempat bersejarah.

Di Museum Ullen Sentalu, para pengunjung tidak hanya berjalan-jalan sembari menikmati koleksi museum yang unik ini. Para pengunjung harus didampingi oleh seorang pemandu, yang memang perannya sangat besar dalam menjelaskan berbagai hal tentang koleksi yang dimiliki oleh museum ini. Satu hal yang menarik adalah di akhir tour, para pengunjung akan diajak untuk meminum ramuan yang konon merupakan ramuan khas keraton. Ramuan ini dipercaya dapat memulihkan stamina dan membangkitkan semangat. Setelah tour selesai para pengunjung diperkenankan untuk bersantai di taman yang ada di museum ini, sembari menikmati sejuknya udara Kaliurang.

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara berbeda. Harga tiket untuk wisatawan domestik Rp. 25.000,- untuk umum, dan Rp. 15.000,- untuk pelajar. Sedangkan harga tiket untuk wisatawan mancanegara umum Rp. 45.000,- dan Rp. 25.000,- untuk mahasiswa/pelajar.