Indahnya Suroloyo Pass

Indahnya Suroloyo Pass

Indahnya Suroloyo PassDi Yogyakarta dan sekitarnya ada cukup banyak obyek wisata alam. Salah satunya adalah Suroloyo Pass. Obyek wisata ini terletak di sebelah barat kota Yogyakarta. Letak obyek wisata ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Untuk sampai ke obyek wisata ini, kita dapat mengambil rute Godean – Sentolo – Kalibawang. Rute ini adalah rute yang paling cepat. Tapi, kita juga dapat mengambil rute lainnya yaitu Jalan Magelang – Pasar Muntilan – Kalibawang. Sebaiknya sebelum berangkat menuju ke Suroloyo Pass, kita memastikan bahwa kendaraan kita, dan juga kesehatan kita, dalam kondisi yang prima. Selain itu, ada baiknya jika kita membawa ban cadangan karena nanti di sepanjang jalan yang relatif sepi tidak ada tukang tambal ban.

Read More

Sate Jaran Gondolayu Yogyakarta

Sate Jaran Gondolayu Yogyakarta

Sate Jaran GondolayuSate adalah jenis makanan yang disukai oleh hampir semua orang. Ini karena sate dapat dibuat dari berbagai macam daging, seperti daging kambing, daging sapi, daging ayam, dan daging kelinci. Tapi, ada juga beberapa jenis sate yang dibuat dari daging hewan yang sebenarnya kurang lazim untuk dimakan. Salah satu contohnya adalah sate kuda, yang dalam bahasa Jawa disebut Sate Jaran. Bagi mereka yang tinggal di kota Yogyakarta, menemukan penjual sate kuda bukanlah hal yang sulit. Di kota budaya ini, ada banyak penjual sate kuda, dan beberapa dari para penjual sate kuda ini sudah cukup terkenal. Salah satu penjual sate kuda yang terkenal di Yogyakarta adalah warung Sate Jaran Gondolayu.

Warung Sate Jaran Gondolayu sudah ada sejak tahun 1997. Sate ini cukup terkenal, bahkan sampai ke luar kota Yogyakarta. Warung sate kuda ini beralamat di Jalan Jendral Sudirman no.25, Yogyakarta. Karena ini adalah salah satu jalan utama di Yogyakarta, siapapun dapat menemukan warung sate kuda ini dengan mudah. Jalan Sudirman adalah jalan di sebelah timur Tugu Jogja. Menurut para penggemar sate kuda, sate ini mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan sate yang dibuat dari daging hewan-hewan lain. Contohnya, sate kuda kaya akan serat, dan tidak banyak lemaknya. Ini karena kuda adalah binatang yang cenderung aktif dan banyak bergerak. Tapi, ini tidak berarti bahwa sate kuda alot dan susah untuk dinikmati. Bahkan, sate kuda yang disajikan di warung Sate Jaran Gondolayu cukup empuk dan mudah untuk dikunyah.

Sebenarnya para penggemar sate kuda menggemari makanan yang satu ini bukan semata-mata karena kenikmatannya. Sebagian besar dari mereka menggemari sate kuda karena percaya bahwa sate ini mempunyai khasiat yang luar biasa. Konon, daging kuda dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain itu, daging kuda juga dipercaya dapat meningkatkan gairah dan stamina. Entah benar atau tidak, yang jelas sate kuda cukup menarik untuk dicoba. Dan walaupun daging kuda sebenarnya bukan daging yang lazim dikonsumsi, rasa sate kuda sedikit banyak mirip dengan rasa sate sapi, sehingga siapapun pasti dapat menikmatinya. Jadi sate kuda adalah kuliner yang unik, tapi rasanya tidak ekstrim.

Warung Sate Jaran Gondolayu melayani pembeli setiap hari dari jam 09.00-21.30. Anda tidak perlu khawatir karena walaupun daging kuda lebih sulit untuk didapatkan daripada daging sapi atau daging lainnya, harga sate kuda tidak mahal. Harga satu porsi sate kuda yang berisi 6 tusuk hanya Rp.10.000 saja. Cukup murah bukan? Dan jika Anda memutuskan untuk mencoba sate kuda, pastikan bahwa Anda menikmatinya disana, karena sate ini rasanya paling lezat saat masih panas.

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung Kidul

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung Kidul

Menikmati Oseng Walang Khas Gunung KidulAyam, sapi, kambing, dan ikan adalah beberapa jenis hewan yang dagingnya paling sering kita makan. Tapi sebenarnya, masih ada banyak hewan lain yang dapat kita makan, walaupun memang kedengarannya kurang lazim. Salah satu dari hewan-hewan ini adalah belalang, yang dalam bahasa Jawa disebut walang. Sebenarnya, menu belalang adalah menu yang sangat lazim bagi mereka yang tinggal di daerah Gunung Kidul. Disana, belalang diolah menjadi berbagai jenis masakan yang lezat, seperti Oseng Walang, pepes walang, dan masih banyak lagi. Bahkan, belalang juga seringkali langsung digoreng untuk dimakan sebagai camilan. Tapi tentu saja, belalang yang diolah menjadi makanan bukan belalang sembarangan. Yang diolah menjadi makanan oleh penduduk Gunung Kidul adalah belalang kayu, yang memang dapat dengan mudah ditemukan disana.

Tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali mempunyai ide untuk menyantap belalang sebagai lauk atau camilan. Tapi yang jelas, di daerah Gunung Kidul, belalang sudah menjadi salah satu makanan favorit sejak puluhan tahun yang lalu. Menurut mereka yang sudah sering makan Oseng Walang atau olahan belalang lainnya, rasa belalang sangat enak. Dan jika digoreng, belalang menghasilkan rasa yang renyah dan gurih. Bahkan, karena rasanya yang enak, di Gunung Kidul ada banyak rumah makan yang menjual berbagai menu belalang. Tapi sebenarnya ada satu hal yang harus diingat bagi mereka yang sebelumnya belum pernah makan belalang. Belalang dapat menimbulkan alergi, seperti gatal, atau bentol bentol. Jadi sebaiknya, saat akan mencoba makan belalang untuk pertama kalinya, mereka mencoba sedikit terlebih dahulu.

Selain rasanya yang enak, ternyata belalang juga bergizi. Menurut salah seorang profesor di IPB, belalang mengandung berbagai nutrisi yang penting seperti protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Selain itu, kulit belalang juga mengandung zat kitosan. Ini adalah zat yang juga dikandung oleh kulit udang. Bagi mereka yang tertarik untuk mencoba berbagai menu belalang, yang perlu mereka lakukan hanyalah berkunjung ke daerah Gunung Kidul. Disana ada banyak rumah makan yang menyediakan berbagai menu belalang. Selain itu, di sekitar Pasar Munggi, Semanu, ada banyak penjual yang menjajakan belalang goreng yang sudah dikemas. Harga belalang goreng tidak mahal, walaupun memang tidak terlalu murah juga. Untuk kemasan berisi 10 ekor, harganya Rp5.000. Sedangkan kemasan yang lebih besar dengan isi sekitar 30 ekor harganya Rp. 25.000,-.

Cara paling praktis untuk menikmati belalang adalah dengan mengunjungi salah satu rumah makan di Gunung Kidul, atau membeli belalang goreng di sekitar Pasar Munggi, Semanu. Tapi sebenarnya, ada juga banyak penjual di pinggir jalan yang menjajakan belalang mentah. Harga satu renteng belalang mentah yang isinya lebih dari 100 ekor biasanya sekitar Rp. 40.000,-.

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota Yogyakarta

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota Yogyakarta

Tongseng Kelelawar – Kuliner Ekstrim dari Selatan Kota YogyakartaAda banyak hal yang membuat Yogyakarta menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi. Selain suasana kotanya yang damai dan tentram, kota ini juga memiliki banyak obyek wisata baik itu wisata alam, wisata pendidikan, wisata budaya, ataupun wisata belanja. Tapi sebenarnya, masih banyak hal lain yang sangat menarik di Yogyakarta. Contohnya, di kota ini, terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan menu-menu yang unik. Saking uniknya, banyak orang yang menyebut menu-menu tersebut sebagai menu yang ekstrim. Salah satu contoh menu unik yang dapat kita nikmati saat sedang berkunjung ke Yogyakarta adalah Tongseng Kelelawar. Dari namanya saja, tentunya kita semua sudah dapat menebak makanan macam apa ini. Ya, Tongseng Kelelawar adalah tongseng yang dibuat dengan daging kelelawar, salah satu jenis binatang yang tentunya sebagian besar dari kita tidak pernah membayangkan akan memakannya.

Tongseng Kelelawar adalah menu unik, yang oleh banyak orang dianggap ekstrim, yang dapat kita nikmati saat kita sedang berkunjung ke Yogyakarta. Tapi jangan salah, menu ini bukan menu yang terkenal. Jika kita mencoba bertanya ke mereka yang merupakan penduduk asli Yogyakarta, kemungkinan besar mereka pun belum pernah mendengarnya. Tapi Tongseng Kelelawar benar-benar ada. Untuk menyantap makanan yang ekstrim ini, kita dapat berkunjung ke warung milik Romiyati yang beralamat di Jl. Bantul Km 5,5 Yogyakarta. Letak warung ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta. Warung yang menjual beragam menu yang ekstrim ini buka setiap hari dari jam 3 sore sampai dengan jam 10 malam.

Di warung milik Romiyati, kita dapat menyantap Tongseng Kelelawar, yang oleh masyarakat sekitar juga dikenal sebagai tongseng codhot. Memang, sebenarnya ada banyak hewan lain yang lebih lazim untuk dijadikan tongseng. Tapi, pemilik warung ini memilih untuk mengolah dan menjual masakan dari daging kelelawar bukan tanpa alasan. Ternyata, di daerah tersebut, kelelawar merupakan hama yang sering merusak tanaman penduduk. Dan suami Romiyati, seringkali berburu kelelawar. Jadi kemungkinan, Romiyati memilih untuk memasak kelelawar daripada sekedar membuang hasil buruan suaminya itu. Menurut Romiyati, cara mengolah daging kelelawar menjadi tongseng mirip dengan mengolah daging hewan-hewan lainnya. Tapi dari segi rasa, tentu saja rasa daging kelelawar sangat berbeda.

Ternyata selain unik dan terdengar menantang, Tongseng Kelelawar diyakini memiliki berbagai khasiat. Menurut mereka yang sudah beberapa kali menyantap Tongseng Kelelawar, daging kelelawar mampu menyembuhkan penyakit asma. Tapi sayangnya, sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan ini. Tapi memang, ada penelitian yang menemukan fakta bahwa kelelawar mempunyai gen yang dapat dengan cepat mengobati kerusakan DNA. Harga satu porsi Tongseng Kelelawar hanya sekitar Rp. 7000,- saja. Selain Tongseng Kelelawar, warung ini juga menjual tongseng bajing dan tongseng emprit.

Kuliner Pagi Bubur Imogiri

Kuliner Pagi Bubur Imogiri

Yogyakarta adalah tujuan wisata yang pas bagi para wisatawan yang menggemari wisata kuliner. Di kota budaya ini, terdapat banyak tempat makan yang enak, baik itu warung yang sederhana, ataupun restoran yang cukup mewah. Salah satu dari sekian banyak sajian khas Yogyakarta yang tidak boleh dilewatkan adalah Kuliner Pagi Bubur Imogiri. Sajian khas ini dapat dinikmati di daerah Imogiri, yang letaknya di sebelah selatan kota Yogyakarta. Tapi, sajian khas ini bukan disajikan oleh warung makan biasa. Bubur Imogiri dijual di lapangan parkir Kompleks Pemakaman Raja-raja Imogiri, yang merupakan salah satu obyek wisata yang paling terkenal di daerah Yogyakarta.

Sekilas mungkin makan bubur di pelataran kompleks pemakaman terdengar aneh, apalagi bagi mereka yang belum pernah berkunjung ke Imogiri. Di antara begitu banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk makan, kenapa harus ke lapangan parkir sebuah kompleks pemakaman? Sebenarnya jika kita berkunjung kesana, kita tidak akan merasa aneh lagi. Disana, setiap Minggu pagi, banyak orang yang datang tidak hanya untuk menikmati Kuliner Pagi Bubur Imogiri, tapi juga untuk melakukan hal-hal lain seperti lari pagi, bersepeda santai, atau sekedar duduk-duduk sembari menikmati udara pagi yang sejuk. Jadi, sama sekali tidak ada kesan angker seperti pada kompleks pemakaman biasa.

Menikmati Kuliner Pagi Bubur Imogiri benar-benar cara yang sempurna untuk menikmati pagi hari di hari Minggu. Di lapangan parkir kompleks pemakaman ini, ada banyak penjual bubur ayam dan pecel. Tapi, selain bubur ayam sayur sengek plus sambal krecek dan pecel, sebagian besar dari para penjual makanan ini juga menyajikan menu lainnya, seperti lele goreng, opor telur, opor ayam, jenang, dan masih banyak lagi. Para pengunjung dapat menikmati beraneka ragam minuman. Tapi tentunya, yang paling unik dan harus mereka coba adalah wedang uwuh, yang merupakan minuman khas daerah Imogiri. Sekilas memang minuman ini kelihatan aneh, karena di dalamnya terdapat banyak daun-daunan dan bahkan potongan-potongan kayu berukuran kecil. Tapi, minuman ini tidak berbahaya, dan justru menyehatkan. Daun-daunan dan potongan-potongan kayu berukuran kecil yang dicampurkan adalah bahan-bahan yang mengandung berbagai khasiat. Memang sekarang sudah ada banyak wedang uwung yang sudah berbentuk kemasan. Tapi, wedang uwuh di pelataran parkir kompleks pemakaman ini tetap lebih enak.

Kuliner Pagi Bubur Imogiri adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin menikmati berbagai makanan dan minuman yang lezat sembari menikmati pemandangan yang indah dan udara yang segar. Dan seperti tempat-tempat makan lainnya yang ada di daerah Yogyakarta, Kuliner Pagi Bubur Imogiri harganya sangat murah. Walaupun tempat ini relatif jauh dari kota Yogyakarta, tempat ini sangat terkenal. Dan biasanya, ada banyak mobil dengan plat luar kota yang pagi-pagi sudah berkunjung kesana.

Nikmatnya Bakmi Jawa Mbah Mo

Nikmatnya Bakmi Jawa Mbah Mo
Kita semua tahu bahwa di Yogyakarta ada banyak sekali warung yang menjual bakmi. Tapi, di kota budaya ini, hanya ada beberapa warung bakmi yang sangat terkenal. Salah satu warung bakmi yang sangat terkenal, bahkan hingga ke luar kota, adalah warung bakmi Mbah Mo. Warung bakmi ini letaknya cukup jauh dari kota Yogyakarta. Untuk sampai ke warung bakmi ini, kita harus menyusuri Jalan Parangtritis ke arah selatan, sampai menemukan perempatan Manding. Dari perempatan tersebut, kita harus berbelok ke kanan (barat). Kemudian, di traffic light berikutnya, kita harus belok ke kanan (utara). Setelah itu, kita harus menyusuri jalan yang relatif sepi, dan kita akan menemukan papan penunjuk jalan ke bakmi Mbah Mo, yang letaknya sekitar 100 meter masuk ke dalam jalan pemukiman. Jalan masuk terletak di sebelah kanan jalan, di pojok tikungan, jadi berbelok kesana biasanya terasa cukup sulit, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung kesana.

Warung bakmi Mbah Mo cukup unik. Warung ini terletak di tengah perkampungan. Jadi, saat menuju ke warung bakmi ini, Anda akan merasa seperti akan mengunjungi rumah seseorang, dan bukan tempat makan. Saat sampai di warung bakmi ini, Anda akan melihat pemandangan yang menarik. Anda akan melihat sebuah warung bakmi yang sederhana, tapi halaman parkirnya dipenuhi oleh mobil. Mereka yang menjadi pelanggan tetap warung bakmi ini banyak yang bukan orang sembarangan. Banyak dari pelanggan warung bakmi ini yang merupakan orang penting, seperti pejabat, ataupun pengusaha. Selain itu, para wisatawan dari luar kota pun banyak yang menyempatkan diri untuk mengunjungi warung bakmi ini. Ada yang hanya karena penasaran, dan banyak juga yang sudah beberapa kali kesana.

Seperti kebanyakan warung bakmi lainnya yang ada di Yogyakarta, warung bakmi Mbah Mo buka dari sore sampai malam hari, atau lebih tepatnya dari jam 17.00 sampai jam 23.00. Di warung bakmi ini, menu makanan yang tersedia adalah Bakmi Godog, Bakmi Goreng, dan Bakmi Nyemek. Jika dibandingkan dengan warung-warung penjual bakmi lainnya, memang harga bakmi di warung bakmi ini relatif mahal. Harga bakmi di warung ini antara Rp. 12.000 – Rp. 20.000. Tapi, Anda tidak akan merasa rugi karena memang rasa bakmi yang disajikan di warung bakmi Mbah Mo sangat enak. Jika Anda tidak ingin menunggu lama, sebaiknya Anda datang sekitar jam 17.00, saat warung bakmi ini baru saja buka dan belum banyak yang mengantri. Jika sudah banyak yang mengantri, biasanya Anda harus menunggu cukup lama, karena di warung bakmi ini, setiap porsi dimasak satu per satu. Walaupun warung bakmi Mbah Mo terlihat sangat sederhana, warung ini mempunyai sistem reservasi. Jadi, sebelum datang kesana, Anda dapat menelepon terlebih dahulu untuk memberitahukan jumlah peserta rombongan, apa saja yang dipesan, dan kira-kira tiba jam berapa.

 

Sate Klathak Pak Pong – Sate Kambing yang Unik dan Lezat

Sate klatakDi Yogyakarta, menemukan penjual sate, baik itu sate ayam maupun sate kambing, adalah hal yang sangat mudah. Tapi, menemukan penjual sate yang menyajikan sate yang benar-benar enak bukanlah hal yang mudah. Biasanya, kita harus mencoba membeli sate di beberapa tempat sebelum bisa menemukan yang benar-benar enak. Bagi para penggemar sate kambing, ada satu rumah makan sate kambing yang wajib untuk mereka kunjungi. Mereka tidak perlu khawatir, karena sate kambing yang disajikan di rumah makan ini dijamin enak. Rumah makan sate kambing ini adalah rumah makan Sate Klathak Pak Pong. Letak rumah makan ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Tapi, ini tidak menghalangi para pelanggan untuk sering datang kesana karena rasa satenya yang tidak tertandingi.

Sate Klathak Pak Pong terletak di bagian selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Imogiri. Untuk kesana, kita dapat mengikuti Jalan Imogiri Timur, lalu berbelok ke kanan (ke arah barat) saat sampai di traffic light. Tidak jauh dari persimpangan jalan tersebut, kita akan menemukan warung makan sate klathak ini di sebelah kanan jalan. Biasanya, pada siang hari, areal parkir rumah makan ini dipenuhi oleh mobil. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Walaupun areal parkir penuh, biasanya di dalam rumah makan masih ada tempat duduk yang kosong, karena memang rumah makan ini cukup luas. Tapi yang jelas, saat kondisi ramai, kita harus menunggu antrian yang cukup lama.

Satu hal yang membuat orang-orang penasaran dengan Sate Klathak Pak Pong adalah nama dari sate itu sendiri. Selain itu, biasanya mereka juga penasaran dengan keunikan sate kambing ini. Kata “klathak” konon berasal dari suara saat sate kambing ini sedang dibakar. Sedangkan untuk keunikan sate kambing ini, dapat dilihat saat sate kambing ini dihidangkan di rumah makan Sate Klathak Pak Pong. Biasanya sate dibakar dengan ditusuk menggunakan tusuk sate yang terbuat dari kayu. Tapi sate klathak berbeda, karena dibakar dengan ditusuk menggunakan tusuk sate yang terbuat dari jeruji sepeda. Kenapa harus jeruji sepeda? Menurut penjual sate klathak, ada beberapa keuntungan menggunakan jeruji sepeda. Salah satunya adalah karena jeruji sepeda merupakan penghantar panas yang baik, sehingga daging dapat terbakar dengan sempurna. Dan tentunya, ini sangat mempengaruhi rasa.

Dari segi cara penyajian, Sate Klathak Pak Pong juga berbeda. Sate kambing biasa biasanya setiap porsi terdiri dari 5 tusuk sate atau lebih. Sedangkan sate klathak ini setiap porsi hanya terdiri dari 2 tusuk sate. Tapi, karena ukuran potongan dagingnya besar-besar, 2 tusuk sate sudah cukup banyak. Apalagi, sate kambing yang unik ini disajikan bersama kuah gulai yang sedap. Biasanya orang-orang yang tidak menyukai sate kambing menggunakan tekstur daging kambing yang cenderung alot sebagai alasan. Tapi, sate klathak yang dijual di Sate Klathak Pak Pong berbeda. Sate kambing yang unik ini empuk, jadi sangat mudah untuk dinikmati.

Peta Sate Klathak Pak Pong

kopi joss

Bersantai Sembari Menikmati Kopi Joss Lek Man

Bersantai Sembari Menikmati Kopi Joss Lek Man

kopi joss

Di Yogyakarta ada banyak sekali coffee shop. Tapi, kopi yang paling terkenal di kota ini bukan yang dijual di salah satu coffee shop tersebut. Kopi yang paling terkenal di Yogyakarta adalah Kopi Joss Lek Man, yang dijual di sebuah warung sederhana di pinggir jalan, dekat Stasiun Tugu. Warung yang menjual kopi ini adalah jenis warung yang dikenal dengan sebutan angkringan. Konon, warung angkringan Lek Man ini dulu merupakan warung angkringan yang pertama di Yogyakarta. Mbah Pairo, yang merupakan pendiri warung angkringan ini, sudah berjualan sejak tahun 1950 an. Angkringan Lek Man sangat mudah untuk ditemukan. Warung ini terletak di pinggir jalan yang letaknya persis di sebelah utara Stasiun Tugu. Jika Anda berjalan kaki, Anda bisa langsung saja berjalan kesana. Tapi jika Anda menggunakan kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat, Anda mungkin harus berputar dahulu karena jalan tersebut merupakan jalan satu arah.

Angkringan yang sangat terkenal ini letaknya sangat dekat dengan Jalan Malioboro, yang merupakan salah satu tujuan favorit para wisatawan. Jadi, tidak heran jika banyak wisatawan yang sengaja berjalan dari Jalan

kopi-joss-jogja
kopi-joss-jogja

Malioboro ke angkringan ini karena penasaran. Dari namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa Kopi Joss Lek Man bukanlah kopi biasa. Namun, walaupun nama kopi ini mengandung kata “joss,”  kopi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan salah satu produk minuman kebugaran. Yang membuat kopi joss berbeda dengan kopi yang disajikan oleh angkringan-angkringan lain adalah penyajiannya. Jadi, saat hendak disajikan, kopi ini dicampuri dengan arang yang masih membara. Dan sepertinya, kata “joss” berasal dari suara yang timbul saat arang masuk ke dalam kopi. Campuran arang yang membara ini membuat kopi ini lebih matang, lebih awet panasnya, dan lebih enak. Tapi tentunya, Anda tidak perlu meminum arang yang dicampurkan itu. Anda bisa menyingkirkannya sebelum minum.

Mendengar keunikan kopi joss, mungkin Anda malah merasa khawatir, jangan-jangan campuran arang membara dapat membahayakan kesehatan Anda. Sebenarnya tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Menurut penelitian, ternyata campuran arang yang masih membara tersebut justru memberikan efek yang positif. Arang yang dicampurkan tersebut ternyata menetralkan kandungan kafein. Uniknya, hal ini bahkan tidak diketahui oleh sang pembuat kopi saat ia pertama kali mencoba mencampur kopi dengan arang yang membara. Jika Anda bukan penggemar kopi, Anda tidak perlu khawatir karena angkringan ini mempunyai menu yang sangat beragam. Disana tersedia beraneka ragam minuman instant dalam kemasan sachet yang pastinya sudah sangat Anda kenal. Makanan yang dijual di angkringan ini juga sangat beragam. Disana tersedia nasi bungkus yang dikenal dengan sebutan sego kucing, dan beraneka ragam lauk mulai dari gorengan sampai sate. Yang jelas, semua yang dijual di angkringan ini harganya murah, jadi Anda bisa bersantai bersama teman-teman atau saudara-saudara Anda sampai puas tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Peta Kopi Jos Lek Man

Menikmati Lezatnya Sate Kambing Samsuri

Menikmati Lezatnya Sate Kambing Samsuri

wisata kuliner
wisata kuliner sate kambing

Di Yogyakarta ada banyak sekali rumah makan yang menjual sate kambing. Tapi, jika Anda ingin menikmati sate kambing yang rasanya benar-benar enak, Anda harus mencoba mengunjungi Sate Kambing Samsuri. Warung yang menjual sate kambing dan beraneka ragam menu kambing lainnya ini terletak di Sambilegi, Maguwoharjo. Untuk sampai ke warung ini, Anda tinggal menyusuri ring road yang menuju ke arah bandara, kemudian masuk ke arah utara (kiri jalan) setelah melewati pertigaan ringroad Maguwo sejauh sekitar 400 meter. Letak warung ini sekitar 500 meter dari belokan tersebut. Biasanya, pada jam makan siang, warung ini dipenuhi oleh pembeli, sehingga Anda pasti dapat dengan mudah menemukannya.

Walaupun Sate Kambing Samsuri sangat terkenal, Anda jangan membayangkan akan menemukan sebuah rumah makan sate kambing yang mewah. Tampilan warung sate kambing yang terkenal ini bisa dibilang sangat sederhana. Bahkan, jika disana tidak berjajar kendaraan para pembelinya, mungkin Anda akan merasa ragu untuk mencoba. Mungkin pemilik warung sate ini memang sengaja mempertahankan kesederhanaan warungnya. Selain itu, proses pengolahan daging kambing di warung ini pun masih menggunakan cara-cara dan alat-alat tradisional. Tapi, walaupun warung sate kambing ini terlihat sangat sederhana, disana tersedia areal parkir yang cukup luas dan bisa menampung banyak mobil.

Jika Anda adalah seorang penggemar daging kambing, Sate Kambing Samsuri adalah warung yang paling pas untuk Anda kunjungi. Biasanya, sate kambing identik dengan daging yang agak alot. Tapi, sate kambing muda yang dijual di warung ini berbeda, karena dagingnya empuk, dan rasa dari bumbunya juga meresap dengan baik. Selain sate kambing, warung ini juga menjual menu-menu daging kambing lainnya yang rasanya tidak kalah lezat, seperti tengkleng, gulai, dan tongseng. Jika Anda berkunjung ke warung ini pada jam makan siang, Anda harus bersabar menunggu giliran karena antrian pasti panjang. Tapi yang jelas, Anda tidak akan merasa kecewa, dan rasa lapar selama menunggu akan membuat Anda semakin lahap dalam menyantap hidangan yang disajikan.

Di Yogyakarta sebenarnya ada banyak sekali warung yang menjual sate kambing. Tapi, hebatnya, warung Sate Kambing Samsuri terkenal hingga ke luar kota Yogyakarta. Jadi, jangan heran jika Anda menjumpai banyak mobil dengan plat luar kota disana. Selain itu, banyak pelanggan warung sate kambing ini yang merupakan public figure seperti artis atau pejabat. Selain rasanya yang lezat, sate, tengkleng, gulai dan tongseng yang disajikan di Sate Kambing Samsuri harganya juga sangat terjangkau. Kombinasi antara rasa yang lezat dan harga yang terjangkau inilah yang membuat Sate Kambing Samsuri menjadi sangat terkenal. Selain menu-menu daging kambing, warung ini juga menyajikan berbagai macam minuman.

Peta Sate Kambing Samsuri

Mencicipi Tongseng Bulus Kranggan

Mencicipi Tongseng Bulus Kranggan

tongseng bulusRasa kenyang bukanlah satu-satunya hal yang dikejar saat orang-orang mengunjungi sebuah rumah makan. Ada banyak rumah makan yang ramai dikunjungi oleh pembeli karena khasiat dari menu-menu yang disajikannya. Contohnya rumah makan yang menjual Tongseng Bulus. Kalau ada banyak daging hewan yang lebih lazim untuk dijadikan tongseng, seperti kambing dan ayam, kenapa harus bulus? Ternyata, konon, daging bulus mempunyai banyak khasiat. Beberapa penyakit yang diyakini dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi daging bulus antara lain adalah sesak nafas, asma, dan sakit gigi. Dan ternyata, tidak hanya dagingnya saja yang dipercaya mempunyai khasiat. Konon, batok tempurung bulus dapat mempercepat sambung tulang. Dan tangkur bulus, dipercaya dapat meningkatkan keperkasaan lelaki. Sedangkan minyak bulus, dipercaya dapat memperhalus kulit.

Di Yogyakarta ada beberapa rumah makan yang menyajikan tongseng bulus. Salah satu diantaranya adalah rumah makan milik Mbak Yanti yang ada di Jalan Kranggan Kios Nomor 1. Rumah makan sate dan tongseng bulus ini sudah ada sejak sekitar 15 tahun yang lalu. Dulu, yang berjualan sate dan tongseng bulus adalah kakek dari Yanti yang bernama Ali. Memang tidak seperti rumah makan yang menjual menu-menu standar, rumah makan sate dan tongseng bulus ini tidak penah terlihat ramai sekali. Tapi yang jelas, setiap harinya rumah makan ini didatangi sekitar 5 atau 6 orang yang sudah merupakan langganan. Bumbu tongseng yang digunakan untuk membuat tongseng bulus hampir sama dengan bumbu yang digunakan untuk membuat tongseng biasa. Tapi, khusus untuk sate bulus, rasanya memang agak pedas. Tapi ini justru bagus karena dapat mengurangi bau atau rasa amis daging bulus.

Dari segi rasa, sebenarnya tongseng bulus cukup enak. Begitu pula dengan sate bulus. Hanya saja, memang daging bulus sedikit amis. Tapi, setelah terbiasa, kita tidak akan menyadarinya, dan tentu saja akan terus makan dengan lahap. Harga tongseng bulus tidak mahal. Untuk membeli satu porsi tongseng bulus, kita hanya perlu membayar Rp. 12.000,- saja. Sedangkan untuk membeli satu porsi sate bulus yang berisi 5 tusuk, kita harus membayar Rp. 15.000,-. Seringkali ada pembeli yang datang khusus untuk membeli tangkur bulus. Dibandingkan dengan dagingnya, harga tangkur bulus jauh lebih mahal, sekitar Rp. 25.000,-. Konon, tangkur bulus sangat bermanfaat bagi para lelaki yang ingin meningkatkan kejantanannya.

Dalam sehari, rumah makan yang menjual menu bulus ini menghabiskan 1 atau 2 ekor bulus. Daging bulus yang dijual di rumah makan ini didapatkan dari Pusat Penampungan dan Budidaya Bulus. Rumah Makan Sate dan Tongseng Bulus Mbak Yanti buka dari jam 10.00 hingga 21.00. Selain menjual sate dan tongseng bulus, rumah makan ini juga menjual minyak bulus dalam kemasan 15cc dan 100 cc.

Peta Tongseng Bulus Kranggan