Candi Abang, Mirip Bukit Teletubbies

Keindahan wisata alam Jogja memang tidak akan pernah ada habisnya bila dijelajah, salah satunya adalah wisata candi. Ada banyak sekali candi yang tersebar di Jawa Tengah, termasuk di Jogja yang memiliki Candi Prambanan dan namanya pun sudah mendunia. Ada juga candi-candi unik lainnya yang memiliki sejarah dan bentuk yang sama sekali berbeda dengan candi-candi lainnya di Jogja yaitu Candi Abang. Candi ini berada di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman Yogyakarta. Untuk mencapai candi unik ini bisa melaluinya dari jalan Jogja-Solo, yang menuju kearah Prambanan. Begitu Sampai di Terminal Prambanan, cari Jalan Raya Jogja-Piyungan Km 8. Disana ada papan petunjuk arah kekanan (barat) bertuliskan Candi Abang dan Gua Sentana. Candi ini berada di puncak bukit di pinggir jalan desa, sekitar 1,5 kilometer sebelah Barat Jalan Raya Jogja-Piyungan. Read More

Misteri 7 Keluarga Penghuni Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran memang memiliki daya tarik bagi wisata yang ingin menikmati pemandangan dari ketinggian, selain itu di area sekitarnya pun terdapat Embung Nglanggeran yang berfungsi sebagai kolam penampungan air hujan yang nantinya akan dialirkan untuk keperluan warga sekitar. Letak embung yang berada di atas pebukitan itulah yang menjadi daya tarik wisatawan ke lokasi ini. Terlepas dari keindahan dan objek wisatanya, Gungung Api Purba Nglanggeran memiliki kisah misteri yang banyak orang tidak ketahui. Sebuah pemukiman yang hanya di isi oleh 7 Kepala Keluarga, tepatnya berada di Tlogo Mardidho, Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk. Tepat di puncak Gunung Nglanggeran ke 7 Keluarga ini melakukan aktifitas sehari – hari layaknya masyarakat pada umumnya. Read More

Sumur Gumuling, Masjid Raja Yang Mempesona

Masih merupakan bagian dari kompleks pesanggrahan Taman Sari Yogyakarta, Sumur Gumuling merupakan masjid yang di bangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kompleks Tamansari dibangun atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 M. Untuk menuju Sumur Gumuling dulu ada dua buah jalan yaitu melalui gerbang barat dan gerbang timur. Sebenarnya gerbang – gerbang ini adalah bagian dari urung – urung (gorong – gorong). Gerbang barat saat ini hanya tinggal sisa – sisanya saja karena telah runtuh sehingga tidak mungkin dilewati, sedangkan gerbang timur masih dalam kondisi yang cukup baik dan urung – urungnya pun masih bisa dilewati. Menurut cerita yang beredar jika berjalan melalui gerbang timur menuju gerbang barat maka akan sampai ke laut selatan. Read More