5 Wisata Fotografi di Yogyakarta

Berwisata tidak lengkap rasanya jika tidak diabadikan dan di upload ke media sosial. Bahkan kekuatan media sosial lah yang selama ini menjadi ‘marketing’ bagi banyaknya objek wisata yang mulai menjamur di Yogyakarta. Beberapa orang rela menempuh jarak puluhan kilo hanya untuk mendapat sebuah gambar yang bagus, namun tidak jarang menjadi dilema ketika objek wisata yang memiliki pemandangan indah namun tidak di fasilitasi dengan spot foto yang mendukung. Berikut kami beri daftar lokasi wisata mana saja yang tidak hanya indah namun memiliki spot – spot fotografi terbaik.

Istana Ratu Boko

SAMSUNG CSC
Sisa – sisa bangunan baik yang masih berdiri kokoh atau pun yang tinggal runtuhan serta ornamen berupa bangunan candi dengan jarak pandang yang luas menjadikan tempat ini sering dijadikan lokasi prewed dan kegiatan fotografi lainnya. Jenis foto landscape menjadi salah satu yang sering digunakan dan menjadi favorit di tempat ini. Hanya saja sejak banyaknya penikmat fotografi yang memanfaatkan lokasi Istana Ratu Boko sebagai tempat pemotretan, pengelola setempat memasang tarif yang cukup tinggi. Namun jika anda sekedar foto – foto non komersil silahkan jepret sepuasnya dijamin gratis.

Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus
Sebelum ramai seperti sekarang, Hutan Pinus Mangunan hanya sebuah hutan biasa dengan udara yang sejuk dan pastinya tanpa retribusi. Pengunjung hanya di minta biaya parkir dan dapat menikmati hutan pinus sepuas – puasnya. Namun sejak kemunculannya di dunia maya ramai di perbincangkan pihak pengelola mulai mempercantik hutan dengan beberapa spot unik, seperti area theater dan mimbar resepsi layaknya di film Twillight. Semua tentu ada konsekuensinya seperti biaya retribusi senilai Rp 50.000 yang kini di kenakan kepada pengunjung, namun tak perlu kuatir karena dengan biaya sebesar itu sudah termasuk biaya untuk foto prewedding. Lensa fisheye menjadi lensa favorit dalam pengambilan gambar di tempat ini.

Taman Sari (Water Castle)

Taman Sari
Komplek Taman Sari menjadi salah satu spot yang paling disukai oleh para pecinta fotografi, selain bangunannya yang memiliki nilai sejarah komplek Taman Sari juga memiliki banyak spot foto. Dalam komplek ini terdapat bangunan Sumur Gumuling yakni bangunan melingkar yang dahulu di fungsikan sebagai masjid dengan arsitektur kuno yang luar biasa indah, lalu ada Pulo Cemeti yakni bangunan yang paling tinggi diantara bangunan lain yang ada di komplek Taman Sari, dahulu bangunan ini di gunakan untuk tempat beristirahat dan pengintaian. Tema vintage menjadi yang paling sering dipakai para pengunjung saat mengabadikan foto di tempat ini baik mereka yang sekedar foto – foto saja ataupun foto komersil seperti prewedding dan foto model.

Parang Kusumo

Sumber Gbr: piknikasik
Sumber Gbr: piknikasik

Letaknya di area pantai selatan Bantul, ditempat ini terdapat lebih dari satu lokasi foto. Diantaranya adalah Gumuk Pasir, Landasan Terbang hingga Bukit Paralayang / Parangndog. Di lokasi gumuk pasir kita bisa berfoto menggunakan Sand Bording atau hanya sekedar memanfaatkan luasnya gumuk pasir. Tepat berada di sebelah selatan Gumuk Pasir terdapat Landasan Pacu yang biasa di gunakan untuk aktifitas paralayang maupun event – event tahunan seperti Jogja Air Show. Levitasi dan jump shot menjadi tema yang paling sering di gunakan di kedua lokasi ini. Jika kurang puas dengan kedua lokasi tersebut anda bisa sedikit naik ke arah timur Pantai Parangtritis untuk mengambil gambar pantai selatan dari ketinggian Bukit Parangndog.

Kalibiru

Sumber Gbr: jadiberita
Sumber Gbr: jadiberita

Bisa dibilang spot foto di Kalibiru menjadi pioner bermunculannya objek wisata perbukitan dengan menara pandang diatas pepohonan. Kini hampir di setiap objek wisata perbukitan di Jogja terdapat menara pandang. Foto landscape menjadi tema yang favorit dan sering digunakan untuk mengabadikan foto di lokasi ini. Selain itu lokasi di tempat ini juga berdekatan dengan objek wisata Waduk Sermo. Waduk dengan beragam fasilitas wisata yang baru – baru ini meluncurkan ‘getek’ yang dirakit dari bambu yang diberi nama Taman Rakit Bambu Sermo sebagai sarana penarik wisatawan.

Read More

Sumber Gbr: foevah

Goa Selarong, Kisah Mistis Goa Yang Tak Tersentuh Belanda

Sumber Gbr: foevah
Sumber Gbr: foevah

Di beberapa sekolah dasar yang ada di Yogyakarta menjadikan tempat yang satu ini sebagai lokasi study dan pengenalan sejarah bagaimana hebatnya perjuangan Pangeran Diponegoro. Gua Selarong adalah gua bermuatan sejarah yang berlokasi di Dukuh Kembangputihan, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. Gua yang terbentuk di perbukitan batu cadas ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830) melawan tentara Hindia Belanda. Pangeran Diponegoro pindah ke gua ini setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.

Sumber Gbr: nurchoizin
Sumber Gbr: nurchoizin

Pada tanggal 21 Juli 1825, pasukan Belanda pimpinan asisten Residen Chevallier mengepung rumah Pangeran Diponegoro di Tegalrejo untuk menangkap Pangeran Diponegoro. Akan tetapi Pangeran Diponegoro berhasil meloloskan diri dan menuju ke Selarong. Di tempat tersebut secara diam-diam telah dipersiapkan untuk dijadikan markas besar. Selarong sendiri merupakan desa strategis yang terletak di kaki bukit kapur, berjarak sekitar enam pal (sekitar 9 km) dari kota Yogyakarta. Setelah Peristiwa di Tegalrejo sampai ke Kraton, banyak kaum bangsawan yang meninggalkan istana dan bergabung dengan Pangeran Diponegoro. Mereka adalah anak cucu dari Sultan Hamengkubuwono I, II, dan III yang berjumlah tidak kurang dari 77 orang dan ditambah pengikutnya.

Sumber Gbr: cerita2misteri
Sumber Gbr: cerita2misteri

Selama bermarkas di Selarong pasukan Belanda telah melakukan penyerangan tiga kali Serangan pertama pada tanggal 25 Juli 1825 yang dipimpin oleh Kapten Bouwes. Serangan ini merupakan aksi perlawanan Pangeran Diponegoro di Logorok dekat Pisangan Yogyakarta, yang mengakibatkan 215 pasukan Belanda menyerah. Serangan kedua pada bulan September 1825 di bawah pimpinan Mayor Sellwinj dan Letnan Kolonel Achenbac dan serangan ketiga tanggal 4 November 1825. Setiap pasukan Belanda menyerang Selarong maka Pasukan Pangeran Diponegoro menghilang di goa-goa sekitar Selarong.

Sumber Gbr: rajawow
Sumber Gbr: rajawow

Goa Selarong berukuran cukup kecil dengan lebar kira-kira hanya 3 m dan tinggi yang tak lebih dari 2 m, sedangkan panjang ke dalamnya cuma sekitar 3 m. Tidak ada yang istimewa dari bentuk Goa Selarong ini. Orang Jawa menyebut goa jenis seperti ini dengan sebutan goa buntet alias buntu tidak tembus berlubang. Seorang juru kunci mengatakan bahwa secara kasat mata Goa Selarong adalah buntu. Namun pada masanya, bagi Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya, Goa Selarong merupakan pintu gaib untuk masuk menuju ke dalam perut bukit kapur tersebut.

Sumber Gbr: detik
Sumber Gbr: detik

Rute Menuju Goa Selarong

Letak wilayah Goa Selarong termasuk ke dalam wilayah Dusun Kembang Putihan, Kelurahan Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Letaknya berada di selatan Kota Gudeg ini, kira-kira berjarak 15 km dari pusat kota atau jika menggunakan perjalanan darat akan memakan waktu sekitar 30 menit lamanya. Dari jalan Bantul terus ke Selatan hingga bertemu gapura besar Desa Kasongan, masuk ke kanan (barat) lalu ikuti jalan hingga bertemu perempatan Bangunjiwo. Dari perempatan ini sudah banyak penunjuk arah yang akan membantu anda mencapai lokasi. Kompleks Goa Selarong terletak di lokasi perbukutan kapur setinggi kurang lebih 35 m yang dipenuhi oleh pepohonan yang labat nan rindang. Letaknya sangatlah curam, kemiringan bisa sekitar 45 derajat. Pengunjung harus membekali diri dengan fisik yang prima karena akan melewati ratusan anak tangga untuk sampai ke Goa. Tepat disebelah Goa terdapat air terju yang dinamai sama dengan Goa Selarong.

Peta Goa Selarong

Read More

Museum HM Soeharto, Mengenal Sejarah Sang Penguasa Orde Baru

Sumber Gbr: rumahdijual
Sumber Gbr: rumahdijual

Belakangan banyak perdebatan masalah layak atau tidaknya Mantan Presiden RI yang ke 2 diberi gelar Pahlawan. Sebelum pembahasan lebih dalam mengenai pantas atau tidaknya, ada baiknya kita menelisik sejarah tentang sang Presiden melalui sebuah museum yang terletak di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pertama memasuki museum Soeharto Jogja ini, kita akan disambut oleh patung Pak harto yang berdiri tegak hasil karya Edhi Sunarso. Pada bagian bawah patung terdapat prasasti yang berisi keterangan lahir, wafat dan makam pak harto. Selain prasasi itu, ada juga prasasti peresmian yang ditandatangi pada 8 Juni 2013 oleh kedua pendiri museum ini. Jika kita memasuki pendopo  yang ada dibelakang patung, kita akan menemukan mutimedia yang berisi perjuangan beliau serta buku elektronik dan patung setengah badan disebelahnya.

Sumber Gbr: eyangali
Sumber Gbr: eyangali

Museum memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan pada 8 Juni 2013 oleh Probosutedjo, adik Soeharto, bertepatan dengan hari lahir Soeharto. Museum ini dibangun di atas lahan seluas 3.620 meter persegi, untuk untuk mengenang jasa dan pengabdian Soeharto semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Koleksi yang tersimpan di dalamnya antara lain benda kenangan milik Soeharto sejak berdinas di kemiliteran hingga saat menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, termasuk berbagai prestasi yang pernah diraih semasa menjabat Presiden ke-2 Indonesia. dibangun dan diresmikan oleh H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut, putri pertama Soeharto).

Sumber Gbr: republika
Sumber Gbr: republika

Bangunan utama lainnya di museum Soeharto Jogja ini adalah ruang diorama yang merupakan tempat yang berisi koleksi lengkap memorial pak Harto yang dikemas dengan perpaduan tradisional dan modern. Disini, kita akan merasakan perjuangan beliau mulai dari koordinasi dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman ketika SO 1 Maret 1949, bagaimana Soeharto merebut kembali Yogyakarta dari tangan Belanda lewat perjuangan selama 6 jam, maupun saat beliau mendapatkan penghargaan atas keberhasilan beliau dalam swaswembada pangan oleh FAO di Roma tahun 1985. Musium ini sendiri bisa dibilang canggih karen dilengkapi fasilitas visual yang modern, sehingga pengunjung akan merasa nyaman sembari menikmati kisah perjalanan dan perjuangan dari Soeharto.

Sumber Gbr: primahapsari
Sumber Gbr: primahapsari

Dibagian belakang terdapat sebuah petilasan dan sumur tempat pak Harto dilahirkan hingga menghabiskan masa kecilnya. Disamping petilasan ini juga terdapat rumah joglo yang sederhana dimana didalamnya terdapat ukiran dari akar pohon. Disana juga terdapat watu blorok yang dikatakan sebagai tempat penyampaian pesan atau isyarat. Mantan Presiden Soeharto wafat Pada hari Minggu Wage, 27 Januari 2008 (18 Muharam 1429 H/18 Suro 1941) di RS Pertamina Jakarta dan sehari sesudahnya pada Hari Senin Kliwon tanggal 28 Januari 2008(19 Muharam 1429 H/19 Suro 1941) dimakamkan di pemakaman Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar dengan upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber Gbr: aanyelier
Sumber Gbr: aanyelier

Untuk bisa mencapai museum ini dari Kota Jogja anda bis melewati Kadipiro lanjut hingga tiba di perempatan Ringroad. Dari situ terus ke arah Ambarketawang hingga bertemu kantor kecamatan Gamping lalu belok kanan. Sekitar 100 meter terdapat pertigaan belok kiri, terus ikuti jalan hingga mentok pertigaan ambil arah kiti (selatan). 450 meter dari pertigaan anda akan kembali menemukan pertigaan, ambil kanan ke arah Kemusuk. Ikuti saja jalan utama hingga bertemu petunjuk arah yang akan menunjukan jalan anda hingga tiba di lokasi Museum HM Soeharto.

Read More

Bukit Parangndog, Menikmati Laut Selatan Dari Landasan Paralayang

Sumber Gbr: titik0jogja
Sumber Gbr: titik0jogja

Jika anda ingin mengunjungi wisata Pantai Parangtritis tidak ada salahnya mampir ke beberapa spot wisata lainnya yang letaknya tidak jauh dari Parangtritis. Mulai dari Gumuk Pasir, Landasan Pacu sampai Bukit Parangndog. Namun untuk kali ini Bukit Parangndog lah yang akan kita bahas tuntas. Secara administratif lokasi Bukit Parangndog terletak di kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di desa Girijati kecamatan Purwosari, akan tetapi lokasinya tidak jauh dari Parangtritis. Maka dari itu jalur terdekat untuk bisa menuju lokasi ini adalah melewati Jalan Parangtritis.

Sumber Gbr: ensiklopediaindonesia
Sumber Gbr: ensiklopediaindonesia

Jalan yang menanjak menjadi kendala untuk semua kendaraan tidak terkecuali sepeda motor, jadi wajib berhati – hati dan tetap fokus. Sesampainya di atas bukit kita akan disuguhkan pemandangan indah pantai selatan yang luas dari ketinggian, garis pantai sepanjang parangtritis pun terlihat jelas dari timur hingga ke barat. Cocok untuk pasangan yang ingin menikmati romantisme kota Jogja dari sisi yang berbeda. Konon banyak pasangan yang memilih Bukit Parangndog sebagai lokasi penembakan / menyatakan isi hati kepada pasangannya. Selain itu jika anda ingin sedikit berlama – lama di bukit ini maka tunggulah hingga petang habis dimakan senja, karena disaat itulah peristiwa sunset bisa anda nikmati berdua dengan pasangan atau bersama teman – teman. Bisa di bilang salah satu spot sunset yang terbaik. Letaknya yang dipesisir pantai membuat pemandangan sunsetnya minim kabut sehingga dapat diabadikan melalui kamera dengan jelas.

Sumber Gbr: titik0jogja
Sumber Gbr: titik0jogja

Selain sunset dan keindahan lainnya, Bukit Parangndog juga terkenal sebagai Bukit Paralayang. Karena memang di tempat ini menjadi landasan terbang bagi para atlet paralayang. Jika anda ingin menikmati sensasi terbang di atas pantai selatan maka tidak ada salahnya mencoba paralayang ini. Tidak perlu kuatir jika tidak bisa karena anda akan ditemani tandem yang sudah profesional, cukup siapkan mental karena olah raga yang satu ini benar – benar dapat memicu adrenalin. Untuk sekali terbang tentu tidak gratis dan tidak murah juga, anda harus merogoh kocek sebesar Rp 300.000 , namun sepadan dengan pengalaman dan keseruan yang kita dapat. Para atlet paralayang ini bisa memamerkan kebolehannya setiap tahun sekali di ajang Jogja Air Show yang berpusat di landasan pacu pantai Parangkusumo / Pantai Depok.

Sumber Gbr: diazarhie
Sumber Gbr: diazarhie

Untuk menuju lokasi bukit Parangndog ini cukup mudah, dari arah Jogja langsung ambil saja jalan Parangtritis, terus saja mengikuti jalan utama ke selatan hingga sampai di gerbang loket Pantai Parangtritis. Dari situ terus menuju arah pantai Parangtritis, sesampainya di kawasan pantai tetaplah di jalan utama dan teruskan perjalanan yang jaraknya tinggal sekitar 3 KM dari Pantai Parangtritis. Dari jalan menanjak itu terus ikuti hingga bertemu pertigaan, lalu belok ke kanan. Dari pertigaan tersebut anda anda akan bertemui jalan kecil yang dicor beton dengan medan yang nanjak cukup tajam. Terus ikuti saja jalan cor beton itu sampai habis, sehabis jalan tersebut anda akan menjumpai pemukiman penduduk. Banyak di antara rumah penduduk yang disulap menjadi lahan parkir, jadi anda bisa parkirkan kendaraan anda di rumah – rumah penduduk dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Seperti biasa jika anda tersesat jangan lupa Gunakan Penduduk Sekitar (GPS) untuk bertanya

Read More

Pantai Gesing, Pantai Nelayan yang Memanjakan

Pantai Gesing merupakan salah satu pantai nelayan di Gunung Kidul, jadi tidak heran jika pantai ini dipenuhi oleh  perahu – perahu yang terparkir di bibir pantai. Barisan perahu yang cantik tidak jarang menjadi sarana foto – foto bagi pengunjung di Pantai Gesing. Berpasir putih dengan air yang jernih dan ombak yang kecil. Ciri khas dari pantai ini terdapat pada 2 karang besar yang mengapit pantai. Bagi yang gemar memancing, Pantai ini sudah terkenal dengan spot – spot nya yang mantab. Dari atas bukit batu karang yang berbatasan lansgung dengan laut selatan inilah biasanya para pemancing mengayun joran. Pantai ini memang kalah pamor dibandingkan dengan pantai Indrayanti, Baron, Siung, Wediombo dll. Namun yang pasti pantai ini tidak kalah cantik dengan pantai – pantai yang sudah jauh eksis sebelumnya.

Pantai Gesing yogya-backpacker
Sumber gbr: yogya-backpacker.com

Ombak di pantai ini tidak terlalu besar karena 2 bukit karang yang membentuk huruf U di sekeliling pantai mempunyai peran penting sebagai pemecah ombak sehingga aman jika anda mengajak anak untuk bermain di bibir pantai. Keunikan lain yang bisa anda lihat di pantai ini adalah gradasi air laut yang memiliki warna tosca di tepian dan menjadi biru pekat mendekati tengah laut. Di pantai ini juga sudah terdapat beberapa warung makan yang menawarkan menu olahan ikan hasil dari tangkapan nelayan setempat. Namun jenis ikan yang ditawarkan terbatas dan jumlahnya pun tidak banyak, bukan dikarenakan oleh sedikitnya hasil tangkapan melainkan belum banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke pantai ini. Tidak seperti di Pantai Baron atau Pantai Depok, hasil tangkapan ikan di Pantai Gesing biasanya langsung di bawa ke tengkulak atau pasar – pasar di area Gunung Kidul.

Pantai Gesing detik
sumber gbr: detik.com

Bagi penggemar trekking menaiki bukit – bukit di sekitar pantai bisa menjadi pilhan hiburan di pantai ini, rute masih alami dan cukup terjal namun itu sebanding dengan apa yang akan anda dapatkan di atas bukit. bagi yang baru pertama kali datang ke pantai di gunung kidul mungkin akan sedikit kesulitan mencapai pantai ini mengingat minimnya petunjuk arah dan infastruktur jalan yang belum beraspal di area masuk pantai. Jaraknya dari kota Yogyakarta pun tergoleng lebih dekat dibanding pantai lainnya, dikarenakan pantai Gesing ini letaknya di barisan barat pantai yg ada di Gunung Kidul. Tepatnya di Dusun Panjolomulyo, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta.

Pantai Gesing telusuriindonesia
Sumber gbr: Telusuriindonesia.com

Rute yang harus dilewati dengan jarak tempuh yang paling dekat yakni melalui Jalan Parangtritis terus ke selatan menuju ke perempatan ringroad lalu belok kiri ( Timur ). Terus ikuti jalan ring road hingga lampu merah ke atau tepat di perempatan ring road jalan Imogiri Timur, belok kanan ( selatan ). Dari jalan imogiri timur terus lurus sampai pertigaan Kebon Agung lalu ambil arah ke Selopamioro, dari sini anda bisa mengikuti jalan utama melewati  Panggang hingga bertemu petunjuk arah ke Desa Girikarto. Jika sulit menemukan desa Girikarto coba Gunakan Penduduk Sekitar (GPS) untuk bertanya. Setibanya di desa Girikarto petunjuk arah ke pantai Gesing akan memandu anda higga sampai ke tempat tujuan.

pantai-gesing kompas
Sumber bgr: kompas.com

Jalan untuk mencapai lokasi wisata pantai gesing ini tergolong mudah di tempuh dan sangat nyaman, namun anda tetap harus berhati – hati saat mengendarai kendaraan menuju pantai gesing. Karena dibeberapa lokasi ada juga jalan yang rusak maupun jalan yang masih beralasakan batu kapur yang di susun membentuk jalan.

Read More

Pantai Ngelambor, Indahnya ‘Aquarium’ Bawah Laut

Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat pantai selatan pulau jawa memiliki karateristik ombak yang besar, sehingga tidak jarang pengunjung menemukan peringatan dilarang mandi di hampir semua pantai yang ada di selatan pulau jawa. Namun itu tidak berlaku di pantai yang satu ini. Pantai Nglabor yang terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul ini aman dari ombak khas laut selatan. Pantai Nglambor di kelilingi oleh dua bukit kapur yang mempesona. Dan dilindungi oleh 2 karang besar berada tepat di depan bibir pantai yang berbentuk seperti sepasang kura – kura dan warga sekitar menyebutnya dengan Watu Kalong dan Watu Kuntul.

 

nglambor3

 

Keberadaannya pun menjadi penting di pantai ini karena dapat memecah ombak besar yang datang, sehingga pengunjung yang bermain air di pantai ini akan aman dari arus deras dan dapat leluasa untuk bermain air tanpa takut terseret ombak. Keistimewaan selanjutnya yang diberikan pantai ini adalah fasilitas snorkeling, Pantai Nglambor merupakan salah satu destinasi terbaik bagi penggila snorkeling karena tidak perlu jauh – jauh ke tengah pantai pengunjung sudah bisa menikmati batu karang dan biota laut lainnya dengan aman.

 

nglambor4

 

Peralatan guna mendukung aktivitas snorkeling pun sudah tersedia di tempat ini. pengunjung cukup menyewa dengan harga Rp 50.000 saja. Sudah termasuk fasilitas yang di dapat yaitu Masker, Snorkel, Sepatu Karet (Bukan Fins) , life jacket (Pelampung), guide, foto under water & Up Water 3-5 take /orang,  welcome drik (Hot Tea), Ruang Ganti, Mushola dan Penitipan Barang. Semua sudah menjadi satu paket jadi pengunjung cukup membawa ganti pakaian saja. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk berangkat ke Pantai Nglambor dan memang berniat untuk ber-snorkeling ria ada baiknya konfirmasi terlebih dahulu kepada tempat persewaan agar tidak mengantri ataupun memilih waktu yang tepat. Konfirmasi dapat melalui website www.pantainglambor.com.

 

nglambor2

 

Terdapat tradisi yang biasa dilakukan warga setempat setiap satu tahun sekali, Tradisi upacara sedekah laut Ngalangi pun juga dilakukan di pantai ini. “Ngalangi” dalam bahasa Jawa berarti menghalangi atau melarang. Masyarakat sekitar pantai Nglambor melarang siapapun untuk menangkap ikan di kawasan pantai kecuali sekali dalam setahun, di luar musim pemijahan ikan. Prosesi penangkapan ikan pun hanya bisa dilakukan dengan menggunakan gawar, semacam jaring dari akar pohon wawar yang dipancangkan dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat.

 

nglambor

 

Jalan menuju pantai ini hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Jadi bagi pengunjung yang menggunakan roda empat, harus parkir terlebih dahulu di lokasi yang sudah disediakan. Jarak dari area parkir roda 4 dengan bibir pantai sekitar 1 KM atau 15 menit perjalanan. Jalan menuju pantai pun tidak halus, karena masih berupa bebatuan dan tanah. Jika pengunjung enggan berjalan kaki, tepat di area parkir roda 4 berjajar motor – motor ojek yang siap mengantar anda menuju pantai dengan tarif mulai Rp 5.000. Untuk mencapai Pantai Nglambor wisatawan bisa melewati jl. Wonosari menuju pantai Baron. Perjalanan untuk mencapai Pantai Baron cukup mudah karena sudah banyak petunjuk jalan yang akan membantu sampai tujuan. Sesampainya di Pantai Baron langsung mengikuti petunjuk jalan ke Pantai Siung, sesampainya di pos retribusi Pantai Siung, pengunjung akan bertemu dengan pertigaan. Ambil arah ke kanan mengikuti pertigaan dengan jalur makadam, Pantai Nglambor ada di ujung jalan tersebut.

Read More

Taman Sungai Mudal, Pesona Taman di Tengah Air Terjun

Mudal3

 

Tak habis jika berbicara tentang tempat wisata di Yogyakarta, baru sekitar pertengahan tahun 2015 pemerintah daerah bersama masyarakat setempat meresmikan obyek wisata Taman Sungai Mudal. Berawal dari kesadaran warga sekitar untuk menjaga dan melestarikan sungai dilakukan lah pembersihan sungai sepanjang 600 meter, bebatuan kapur yang berada di area sungai pun mulai di tata sedemikian rupa. Perlahan – lahan sungai pun mulai terlihat indah dan banyak dikunjungi. Kini selain menjadi tempat wisata area air terjun ini juga bisa digunakan sebagai tempat outbound. Terletak di Dusun Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Taman Sungai Mudal berada tepat diatas 2 destinasi wisata Air Terjun lainnya yaitu Air Terjun Kembang Soka dan Kedung Pedut.

 

Mudal4

 

Sumber mata air Sungai Mudal sendiri berasal dari mata air Pegunungan Menoreh, jadi meskipun Hujan Air yang mengalir di Air Terjun ini tetap terjaga kejernihannya. Penyebutan ‘Taman’ sendiri bukan tanpa alasan, tempat ini memiliki susasana yang alami, asri serta banyak tumbuhan – tumbuhan baik yang tumbuh secara liar maupun yang ditaman untuk mempercantik lokasi wisata ini.

 

mudal5

 

Sesampainya di lokasi,  pengunjung langsung disuguhi jembatan yang terbuat dari bambu. Di bawahnya terdapat air terjun, ada kolam alami sedalam satu meter yang cocok digunakan untuk pengunjung yang membawa anak – anaknya dan ingin mencoba berenang. Sedangkan menuju ke bawah, terdapat air terjun dengan intenstitas yang cukup tinggi dan biasa digunakan untuk spot ber – selfie ria. Di bawahnya lagi terdapat dua  kolam alami dengan kedalaman sekitar dua meter dan biasa digunakan berenang untuk orang  dewasa.

 

Mudal2

 

Fasilitas di taman ini sudah cukup lengkap walaupun belum maksimal, tersedia kamar mandi dan tempat istirahat berupa gazebo. Di sekitar Taman Sungai Mudal sudah terdapat juga beberapa penjual makanan ringan dan makanan khas kulon progo seperti geblek dan tempe benguk. Di sini juga menyediakan wahana permainan flying fox yang melewati aliran air terjun dan kolam alami diatas lokasi wisata. Untuk tarif nya 15.000 setiap orang nya. Hanya saja untuk fasilitas menginap dan homestay masih dalam proses lebih lanjut. Untuk tetap menjaga kebersihan tempat sampah pun tersebar di beberapa titik. Jadi bagi para pengunjung yang datang ke tempat ini di harapkan untuk membuang sampah bekas bungkus makanan dan minuman di tempat sampah agar kebersihan selalu terjaga.

 

Mudal

 

Dari kota Jogja dapat di tempuh selama kurang lebih 1.5 jam dengan jarak tempuh sekitar 35 KM,  ambil arah menuju perempatan Demak Ijo ringroad barat, dari perempatan ambil ke arah jalan Godean (arah barat) dari sini kita tidak usah berbelok jika menemukan persimpangan. Menyelusuri jalan Godean kita akan melewati pasar Godean, Sungai Progo, dan sampai di pemandangan sawah-sawah dan Pegunungan Menorehnya Kulonprogo. Mulai dari sini jalan akan menanjak dan berkelok serta mempunyai pemandangan indah. Setelah melewati jalan menanjak berkelok, kita akan menemukan pertigaan mentok, ambil kanan menuju arah Goa Kiskendo. Nanti anda akan melewati pasar Jonggrangan yang mana didekat sana ada jalan menuju air terjun Setawing dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jika menemu persimpangan jalan ambil yang mengarah kea rah Goa Kiskendo. Setelah melewati Goa akan ada pertigaan dengan pemandangan hutan pinus, ambil kiri yang mengarah kea rah Kokap. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan jembatan yang ada papan petunjuk jalan ke arah air terjun Mudal. Dari papan petunjuk tersebut kita tinggal mengikutinya saja.

Read More

Tembi Rumah Budaya, Tempat Seni, Budaya dan Wisata

Desa Tembi dahulunya merupakan salah satu tempat para abdi dalem katemben yang tugasnya menyususi anak-anak dan kerabat keraton. Maka desa ini kemudian dinamai desa Tembi. Berawal dari perpindahan Lembaga Studi Jawa (Lembaga yang didirikan pada tahun 1995 oleh Bapak P. Swantoro, sejarawan dan mantan wartawan Harian Kompas) ke desa Tembi pada tanggal 21 Oktober 1999 yang menempati tanah seluas 3.500 meter persegi dengan luas bangunan utama 212 meter persegi ini terletak di Jl Parangtritis Km. 8,4, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan Lembaga Studi Jawa berfokus pada dokumentasi dan pengkajian budaya Jawa. Hingga akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1999 diresmikan lah tempat ini sebagai Museum Rumah Budaya Tembi.

 

tembi7

 

Koleksi Museum Tembi berjumlah sekitar 5000 ribu seperti keris, tombak, dan pedang. Wayang kulit, buku-buku sastra Jawa kuno “Babad Tanah Jawi”, Babad Sundayana, Babad Mangir, dan Babad Pati. Berbagai macam motif batik dan mainan anak tradisional. Untuk koleksi dipamerkan di bagi menjadi dua tempat ruang museum dan balai rupa satu. Sedangkam untuk buku dan koleksi audio yang berupa kaset di simpan di perpustakaan.

 

SONY DSC

 

Tembi juga merupakan saksi lahirnya karya kreatif berbasis masyarakat lokal. Rumah budaya ini sering menyelenggarakan berbagai kegiatan seni budaya seperti pameran senirupa, pertunjukan seni tradisional maupun kontemporer, pentas tari dan teater, musik, hingga pertunjukan seni baca pembacaan puisi. Museum ini tidak dibiayai oleh lembaga mana pun. Semua kegiatan yang diselenggarakan bersifat nirlaba. Untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran, Rumah Tembi memiliki pemasukan dari fasilitas seperti penginapan, museum, perpustakaan, kolam renang, restoran dan fasilitas lainnya.

 

tembi34

 

Pada malam tertentu juga ada kegiatan budaya seperti pertunjukan Wayang, Live Music dan Macapatan. Pengunjung bisa bersantai sambil tetap menikmati warisan luhur budaya bangsa Indonesia. Terutama putra-putri tercinta juga bisa turut berkenalan dan belajar tentang pesan-pesan moral yang terkandung dalam setiap ceritanya.

 

tembi6

 

Berikut Fasilitas yang ada di Rumah Budaya Tembi:

  1. Bale Dokumentasi,yang terdiri atas Perpustakaan, Galeri Jawa, dan Galeri Benda Kuno.

Perpustakaan dengan jumlah koleksi perpustakaan hingga April 2012 sebanyak 5.788 buah buku. Sebagian besar koleksi mengenai sejarah dan budaya, khususnya Jawa. Terdapat pula dokumentasi visual tentang pementasan seni budaya di Tembi Rumah Budaya. Jumlah VCD mencakup 268 judul dan DVD 146 judul. Dokumentasi ini juga diunggah di situsYouTube, dengan ”rumah” bernama tembiyogya, berjumlah sekitar 650 judul. Isi dokumentasi itu antara lain mengenai Nini Thowong, tari tradisi, ketoprak,  dan wayang.

Galeri Jawa antara lain berisi koleksi keris, wayang kulit dan golek, pakaian adat Jawa serta peralatan membatik. Jumlah koleksi senjata 364 buah, koleksi wayang kulit 201 buah, dan wayang golek 70 buah. Ada pula bagian rumah tradisional Jawa yang disebut senthong, terdiri dari senthong kiri, tengah dan kanan. Galeri ini telah menjadi tujuan karya wisata bagi siswa sekolah dari SD hingga SLA, juga perguruan tinggi, di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Galeri Benda Kuno Galeri benda-benda kuno antara lain berisi majalah Kajawen yang beraksara Jawa tahun 1927 hingga 1935, iklan kuno pada tahun 1930an, kulkas kuno tanpa listrik, sepeda motor merek Jawa buatan Ceko tahun 1948, sepeda motor merek Zundap buatan Jerman tahun 1939, piano buatan dekade 1930-an dari Dr. Yap, sejumlah pit(sepeda) onthel, dan foto-foto bangunan kuno.

  1. Pendapa, digunakan untuk latihan karawitan, acara pementasan maupun acara pernikahan, atau sekadar tempat bersantai bagi orang-orang yang ingin mengobrol sembari menikmati hidangan angkringan.
  2. Bale Inap, terdapat sembilan rumah tradisional Jawa, berupa rumah limasan yang berusia 50-70 tahunan, yang dipindahkan utuh dari sejumlah dusun di DIY dan Jawa Tengah. Dengan demikian publik dapat merasakan dan menghayati benda-benda warisan kuno hasil kreasi bangsa kita. Rumah-rumah tersebut disewakan secara komersial guna mendukung biaya operasional TRB.
  3. Warung Dhahar, menyediakan menu kuliner Jawa dan menu yang diambil dari Serat Centhini. Antara lain tongseng emprit, gule banyak, dan sop bajing. Sedangkan kuliner Jawa, antara lain wedang uwuh, wedang secang, dan sayur brongkos. Nasi di Pulo Segaran berasal dari beras organik, hasil tanam para petani sekitar yang difasilitasi Tembi Rumah Budaya.
  4. Bale Pertemuan, merupakan ruang tertutup dan terbuka yang bisa digunakan untuk aneka keperluan pertemuan; seminar, pelatihan, dan sebagainya. Kapasitas tempat duduk sekitar  100 kursi.
  5. Amphytheater, Sarana ini biasa digunakan untuk aneka jenis pementasan di luar ruang. Acara rutin yang digelar di arena ini antara lain Sastra Bulan Purnama, yang mengekspresikan apresiasi sastra dari aneka kalangan di bawah terang bulan.  Salah satunya adalah baca puisi dari kalangan dosen dan wartawan.

 

tembi3

 

Berjarak sekitar 10 KM dari pusat kota Yogyakarta atau dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan, rute yang harus dilewati tidak sulit, cukup ke arah jalan Parangtritis, terus ke Selatan hingga bertemu Kampus ISI (Institut Seni Indonesia), dari kampus ISI terus ke Selatan sekitar 2 KM, dari situ sudah banyak petunjuk jalan menuju Rumah Budaya Tembi.

 

Read More

Pantai Greweng, Rute Trekking yang Amazing

Keseruan mengunjungi wisata pantai di Gunung Kidul tidak hanya karena hamparan pasir putihnya atau biru lautnya, namun ada spot lain yang menjadi daya tarik. Seperti di Pantai Siung yang terkenal akan keindahan tebingnya, begitu juga di pantai yang satu ini, untuk sebagian orang atau pecinta treking Pantai Greweng adalah primadonanyadi sepanjang pantai Gunung Kidul. Letaknya bersebelahan dengan Pantai Wediombo, namun untuk menuju ke Pantai ini pengunjung masih harus berjalan kurang lebih 3 KM. Disinilah letak keseruan dari Pantai Greweng, selama perjalanan dari tempat parkir hingga bibir pantai akan banyak pemandangan alam yg tentu tidak kalah indah dari pantainya sendiri.

 

????????????????????????????????????

Ladang – ladang yang dikelola warga sekitar yang mayoritas ditanami jagung, kacang tanah dan tumbuhan pakan ternak beserta ternaknya di sekitar ladang tersebut menjadi pemandangan pertama yang akan di jumpai. Dari tempat ini akan di jumpai beberapa persimpangan, jika tidak menjumpai petunjuk arah maka Gunakan Penduduk Sekitar (GPS) untuk bertanya agar tidak tersesat. Setelah melewati ladang-ladang perjalanan lanjut memasuki hutan. Jika biasanya hutan dipenuhi oleh pepohonan, namun hutan yang akan dilewati kali ini tidak seperti hutan pada umumnya yang ditumbuhi pepohonan dan tumbuhan liar melainkan batu karst atau bebatuan gamping yang berjejer seolah membentuk sebuah lorong, wisatawan yang lewat biasa menyebutnya Hutan Batu.

 

greweng2

 

Setelah melewati hutan batu pemandangan indah selanjutnya sudah menanti yakni area perbukitan. Bukit – bukit yang menjulang tinggi menutupi pantai Greweng yang sudah pasti akan menghipnotis mata kita akan keindahannya, dari celah – celah perbukitan terlihat hamparain laut biru. Setelah puas memandang indahnya perpaduan bukit dan lautanperjalanan dilanjutkan dengan menuruni perbukitan. Sesampai di bawah bukit pengunjung akan menemukan sebuah goa disalah satu bagian tebing, jika penasaran luangkan waktu sejenak untuk masuk ke dalam goa, namun jika takut maka urungkan niat dan kembali melanjutkan perjalanan. Tidak jauh dari Goa terdapat 2 sumber mata air. Menurut warga yang berada di sekitar mata air, mata air yang terdapat di sebelah utara bisa langsung diminum, namun yang berada di sebelah selatan tidak baik untuk di minum karena sering dipakai bersih – bersih baik mandi hingga mencuci pakaian. Jika anda membawa botol minum dan kebetulan airnya habis bisa langsung mengisi dari mata air yang disebelah utara.

 

greweng4

 

Dari sumber mata air ini pantai Greweng bisa ditempuh dengan mengambil pertigaan ke kanan, jika ke kiri maka akan masuk arah Pantai Sedahan. Sebelum mencapai pantai lagi – lagi anda akan disuguhi rawa hutan yang sejuk, dimana terdapat aliran air yang mengalir menuju pantai. Hingga akhirnya tiba di bibir pantai dan anda dapat beristirahat setelah melalui trekking yang menajubkan. Untuk ukuran pantai bisa dibilang kecil dan diapit oleh dua bukit karang sehingga arus ombaknya pun tidak terlalu deras. Hening dan sunyi hanya terdengar suara deburan ombak membuat pengunjung seperti berada di pantai pribadi, karena memang tidak banyak orang yang tau dan mungkin mau ke pantai ini mengingat perjalanannya yang sedikit melelahkan.

 

Greweng

 

Dari kota Jogja anda dapat menuju kota Wonosari, lalu terus ke arah Tepus, dari pertigaan Tepus anda ambil jalan kekiri (selatan), ikuti jalan tersebut hingga bertemu papan petunjuk jalan yang mengarah ke pantai Wediombo (karena memang letaknya dekat dengan Pantai Wediombo). Jika anda ragu jangan malu bertanya pada penduduk setempat. Perjalanan dari kota Jogja ke Wediombo memakan waktu sekitar 2 jam lebih.

Read More

Curug Siluwok, Si Kecil Yang Menawan

Pengunungan Menoreh yang berada di Kulon Progo, Yogyakarta, memiliki destinasi wisata yang begitu banyak dan masih jarang orang mengetahuinya. Selain spot – spot perbukitan, air tejun juga menjadi salah satu yang menjadi daya tarik. Teradapat beberapa air terjun dan curug di sepanjang penggunungan Menoreh ini, yang tentunya sangat indah dan sayang jika dilewatkan saat berada di Yogyakarta. Curug Siluwok berlokasi Desa Keweron, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

 

Siluwuk

 

Letaknya tidak jauh dari Air Terjun Sidoharjo, Curug yang sedang hits di media sosial ini membuat banyak Netizen penasaran.  Tinggi tebing air terjun yang mencapai sekitar 20 meter dan alirannya yang tidak terlalu deras. Air terjun yang memiliki kolam dibawahnya ini bisa di gunakan untuk berenang atau sekedar bermain air. Airnya yang dingin dan suasana alam sekitar yang masih alami dan sejuk akan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama disini.

 

siluwuk2

 

Seperti kebanyakan curug dan spot air terjun pada umumnya, jika datang ke tempat ini disaat musim kemarau maka air akan terlihat jernih, sebaliknya jika berkunjung ke lokasi ini saat musim penghujan maka air akan terlihat keruh. Beberapa batu besar maupun tebing di sekeliling air terjun bisa dipakai sebagai spot untuk meloncat, tentu saja dibutuhkan mental keberanian yang tinggi dan tentu syarat wajibnya adalah bisa berenang. Pada awalnya untuk menempuh perjalanan ke curug ini warga hanya mampu melewati jalan setapak yang masih berkontur tanah di pinggiran tebing serta jurang yang cukup dalam.

 

siluwuk3

 

Setelah banyak yang mengetahui keberadaannya dan seringnya dikunjungi wisatawan, warga setempat mulai memperbaiki akses jalan menuju curug. Jalan setapak mulai dipermanenkan dengan semen yang tentunya memudahkan pejalan kaki. Meskipun beberapa pecinta trecking banyak yang menyayangkan karena salah satu keseruan menuju curug ini menurut mereka karena jalannya yang sedikit ekstrim. Sesampainya di parkiran sepeda motor yang sudah di siapkan oleh penduduk setempat, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi curuk yang berjarak sekitar kurang lebih 1 kilometer atau ditempuh dalam waktu 15 – 20 menit. Perlu diperhatikan meskipun rute menuju ke curug sudah bagus dan permanen pengunjung tetap harus waspada terutama pada musim hujan, karena kondisi jalan yang basah akan menyebabkan trek sedikit licin.

 

siluwuk4

 

Untuk dapat menuju lokasi Curug Siluwuk pengunjung bisa berangkat dari Terminal Jombor menuju Cebongan, setelah itu ambil arah Seyegan , setelah sampai di Sayegan lanjut perjalanan ke Balangan hingga sampai di Kecamatan Minggir dan bertemu perempatan Dekso. Dari perempatan ini ambil arah Samigaluh, ikuti jalan hingga bertemu petunjug arah Curug Sidoharjo, ikuti petunjuknya. Namun jika tersesat jangan sungkan untuk bertanya kepada penduduk setempat. Saat sesampainya di curug, pengunjung bisa melihat air terjun yang cukup tinggi ini.  Jika ingin berbasah – basahan pengunjung wajib berhati – hati untuk tidak terlalu dekat dengan hilir air terjun karena di area tersebut cukup dalam, jadi bagi yang belum pandai berenang sebaiknya bermain di tepian yang memiliki kedalaman sekitan dada orang dewasa.

Hal yang perlu diperhatikan bagi para wisatawan yang sedang berkunjung ke Curug Siluwok,  warga sekitar sudah memfasilitasi infrastruktur berupa jalan menuju ke curug untuk mempermudah perjalanan, ada baiknya pengunjung ikut menjaga kebersihannya serta keindahan dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun merusak fasilitas yang ada guna mempertahankan ke asrian dari Curug Siluwok ini.

Read More